Suasana kerja sama antara Bulog, Kementan, dan TNI dalam rangka percepatan serap gabah petani 2018 (Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo)
Suasana kerja sama antara Bulog, Kementan, dan TNI dalam rangka percepatan serap gabah petani 2018 (Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo)

Bulog-Kementan-TNI Kerja Sama Optimalkan Penyerapan Gabah Petani

Ekonomi harga gabah stok beras bulog
Kautsar Widya Prabowo • 09 Mei 2018 13:22
Jakarta: Perum Bulog bersama Kementerian Pertanian (Kementan) dan TNI menggelar rapat koordinasi (rakor) terkait percepatan serap gabah petani (Sergap) 2018. Rakor dilakukan dalam rangka menjaga stabilisasi harga di tingkat produsen sehingga masyarakat tidak terbebani ketika membeli kebutuhan pokok.
 
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menjelaskan rakor ini juga merupakan kerja sama guna mengoptimalkan seluruh perangkat pengadaan beras untuk mencapai target pengadaan di sepanjang 2018. Kerja sama ini juga diharapkan memberi efek positif terhadap terjaganya harga beras yang terjangkau oleh masyarakat.
 
"Saya mengharapkan kerja sama yang baik dari semua pihak dalam rangka pencapaian target yang telah ditetapkan oleh pemerintah, sehingga dapat memberikan manfaat untuk bangsa dan negara di bidang pangan," ujarnya, di Kantor Perum Bulog, Jakarta, Rabu, 9 Mei 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menambahkan kerja sama ini merupakan salah satu kunci kesuksesan target penyerapan gabah di sepanjang 2018 yang ditargetkan sebayak 2,2 juta ton. Dirinya berharap kerja sama yang terjadi menjadi sinergi positif.
 
"Hari ini kita berencana memperkuat sinergi dan kerja sama antara kementan dan Perum Bulog karena tanpa sinergi yang baik kami yakin hasil tidak optimal," tukasnya.
 
Lebih lanjut, Amran mengatakan, pemerintah telah melakukan ekspor sebanyak 300 ribu ton jagung dan di akhir tahun yang ditargetkan mencapai 500 ribu ton. Selain itu, bawang merah telah diekspor ke lima negara, serta ayam dan telur puyuh telah merambah Jepang.
 
Sementara itu, Mayjen TNI Supartodi menyatakan kesiapannya untuk menjalin kerja sama dalam rangka meningkatkan penyerapan gabah petani. "Presiden merupakan panglima tertinggi dan Presiden menginginkan ketahanan pangan. Dengan itu, TNI AD memberdayakan wilayah darat untuk keberhasilan yang gemilang," tegasnya.
 
Bulog memiliki tanggung jawab menjaga tiga pilar ketahanan pangan yakni ketersediaan, keterjangkauan, dan stabiltas. Guna memenuhi ketiga aspek, Bulog bertanggung jawab melakukan pengamanan harga, pengelolaan cadangan pangan pemerintah dan pendistribusian pangan pokok beras, serta pangan pokok lainnya kepada golongan masyarakat tertentu
 
Hal tersebut tertera pada Peraturan Presiden Nomor 48 Tahun 2016 di mana Bulog mengemban tugas untuk melakukan stabilisasi harga pangan pokok, baik pangan pokok berupa beras maupun pangan pokok lainnya seperti jagung, kedelai, gula, goreng, tepung terigu, bawang merah, cabai, daging sapi, daging ayam ras, dan telur ayam.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif