Eks Karyawan 7-Eleven. Medcom/Nia.
Eks Karyawan 7-Eleven. Medcom/Nia.

70% Eks Karyawan Sevel Masih Menganggur

Ekonomi ritel phk 7-eleven
Nia Deviyana • 09 Januari 2019 20:05
Jakarta: Penutupan gerai Seven Eleven (Sevel) awal 2017 lalu menyisakan masalah baru. Selain uang pesangon yang belum tuntas, sebanyak 70 persen eks karyawan disebut masih menganggur.
 
"70 persen belum bekerja, karena kan faktor usia juga, enggak mudah buat kita dapat kerja lagi," ujar Ketua eks karyawan Sevel Danny Kinarta usai berorasi di depan Gedung Ricoh, Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu, 9 Januari 2019.
 
Danny mengatakan sejak penutupan gerai, eks karyawan Sevel baru mendapatkan 36 persen dari total pesangon sebesar Rp11,6 miliar yang harus dibayarkan kepada 162 karyawan. Adapun sisa gaji, iuran BPJS Tenaga Kerja, dan Tunjangan Kerja sudah dibayarkan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada kesempatan yang sama, Oktavianus Setiawan selaku kuasa hukum yang menangani kasus ini mengatakan pihaknya telah membuat laporan ke Bareskrim pada 18 Oktober 2018.
 
"Yang kami laporkan PT Modern Sevel Indonesia, dalam hal ini kami meminta pertanggungjawaban secara hukum. Dan yang kedua, kami melaporkan PT Borrelli Walsh, selaku perusahaan yang ditunjuk sebagai lembaga pencairan dana," jelas Octavianus.
 
Octavianus menduga ada tindak pidana pencucian uang dalam kasus ini, terutama karena baik PT Modern Sevel Indonesia maupun PT Borrelli Walsh tidak memiliki kesamaan data terkait berapa jumlah dana yang telah dicairkan PT Modern Internasional selaku induk usaha.
 
"Dari Borrelli (Walsh) bilang (dana) yang sudah turun satu batch, pada pertemuan lain pada kurun waktu yang tidak terlalu lama, Sevel Indonesia bilang tiga batch. Kami jadi tanda tanya, yang benar yang mana?" cetusnya.
 
Octavianus menambahkan dana dari pusat tidak mungkin cair apabila tidak ada tanda tangan dari kedua perusahaan tersebut. "Kalau salah satu enggak tanda tangan enggak mungkin dananya cair, di situlah kami menduga ada sesuatu. Dan dari PT Modern Sevel Indonesia juga tidak ada penyelesaian yang cukup baik," kata dia.
 
Adapun setiap satu batch, kata Octavianus, dana yang digelontorkan kurang lebih sebesar USD1 juta. Saat ini, Octavianus yang berada di bawah kantor pengacara Stefanus & Rekan menangani 162 eks karyawan Sevel.
 
"Total karyawan Sevel ada 254 orang. Namun, 162 orang memisahkan diri dan mencabut kuasa dari pengacara sebelumnya, dan menyerahkan ke saya sebagai pengganti," bebernya.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif