Ilustrasi.
Ilustrasi.

Nasabah Unggulan Dapat Layanan Prioritas Citi Indonesia

Ekonomi citi indonesia
Dian Ihsan Siregar • 23 Februari 2019 08:18
Jakarta: Demi meningkatkan bisnis di tahun ini, Citi Indonesia mengaku siap melayani transaksi nasabah atau klien institusional yang memiliki keunggulan dalam berbagai sektor.
 
Managing Director, Head of Corporate and Investment Banking Citi Indonesia Gioshia Ralie mengatakan transaksi bisnis yang dikakukan perusahaan meliputi pinjaman, cash management, obligasi, komoditas termasuk corporate and investment banking (CIB).
 
"Transaksi bisnis itu demi tingkatkan bisnis kita. Makanya kita akan pilih nasabah atau klien institusional yang unggul di sektornya," ungkap Gioshia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat, 22 Februari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menyatakan, setiap transaksi bisnis yang dilakukan perusahaan menggunakan entitas Citi di Indonesia maupun di Asia Pasifik. "Jadi klien institusional itu yang bekerja sama dengan kita dengan memanfaatkan jaringan yang ada. Institusional itu kami berikan produk dengan solusi nilai tambah," terang dia.
 
Untuk produk pinjaman, kata dia, Citi Indonesia mengucurkan loans syndication ke Adira Dinamika Multifinance sebesar USD300 juta di 2018, loans syndication USD370 juta ke Astra Sedaya Finance di Juli 2018 dan loans syndication USD1,5 miliar ke PLN per Agustus 2018.
 
"Loans syndication sebesar USD630 juta ke Charoen Pokphand Indonesia di Agustus 2018 dan loans syndication sebesar USD645 juta ke Solusi Tunas Pratama di Juni 2018," tutur dia.
 
Produk cash management, lanjut dia, Citi Indonesia telah menangani sektor e-commerce, kesehatan, logistik, tekstil atau garmen, dan sebagainya.
 
Sedangkan produk obligasi, Citi telah memfasilitasi USD300 juta untuk Sawit Sumbermas di Juni 2018, USD300 juta untuk Bumi Serpong Damai di April 2018, USD2 miliar untuk PLN di Mei 2018, dan USD1,5 miliar untuk PLN di Oktober 2018.
 
"USD3 miliar The Republic of Indonesia USD Green Sukuk Bond di Februari 2018, USD4 miliar untuk Inalum di November 2018, dan USD3 miliar The Republic of Indonesia USD SEC-Registered Bond di Desember 2018," ucap dia.
 
Perusahaan juga menangani pembiayaan commodity-related Solutions. Lebih jauh dengan fokus pada produk-produk dan layanan yang memberikan solusi nilai tambah diharapkan memperluas jaringan Citi berskala global.

 

(SCI)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi