Kendaraan yang rusak berat terlihat di Resort Tanjung Lesung, Banten (MI/SUSANTO)
Kendaraan yang rusak berat terlihat di Resort Tanjung Lesung, Banten (MI/SUSANTO)

Perbaikan KEK Tanjung Lesung Dilakukan Pengelola

Ekonomi kawasan ekonomi khusus Tsunami di Selat Sunda
Ilham wibowo • 27 Desember 2018 12:43
Jakarta: Perbaikan fasilitas di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung yang terdampak bencana tsunami Selat Sunda segera dilakukan. Pemulihan diperkirakan butuh waktu enam bulan.
 
Sekretaris Dewan Nasional KEK Enoh Suharto Pranoto mengatakan kerusakan yang menimpa KEK Tanjung Lesung ini akan menjadi tanggung jawab pengelola yakni PT Banten West Java Tourism Development. Fasilitas gedung dan pemolesan kawasan bakal menjadi fokus perbaikan.
 
"Konsep kawasan itu kan tanggung jawab unsur KEK-nya, bukan pemerintah pusat tapi badan usaha pengelolanya," ujar Enoh, di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis, 27 Desember 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Proses pemulihan bangunan dan hotel di kawasan Tanjung Lesung, Kabupaten Pandeglang, Banten, bakal dilakukan secara bertahap. Sebanyak 30 persen bangunan di KEK rusak akibat terjangan tsunami Selat Sunda pada Sabtu, 22 Desember 2018.
 

 
Enoh memastikan pemerintah bakal membantu dalam membuka kembali akses utama menuju KEK. Pemulihan yang dilakukan pun seiring dengan kebijakan untuk membujuk kembali para investor.
 
"Pemerintah hanya memberi fasilitas kemudahan perizinan dan insentif pajak, itu saja. Akses jalan itu baru dari pemerintah, tapi untuk yang di dalam kawasan misalnya fasilitas rusak itu tanggung jawab sendiri," paparnya.
 
Dari total 1.500 hektare lahan KEK Tanjung Lesung, pembangunan sudah mencapai 154 hektare. Daerah yang terdampak tsunami seluas 8 hektare dengan total kerugian Rp150 miliar. Enoh optimistis investasi di KEK Tanjung Lesung akan terus meningkat di tahun mendatang.
 
Program mitigasi bencana bakal diterapkan dengan penambahan sistem peringatan dini bencana tsunami. "Kita persyaratan setiap kawasan harus punya SOP. Harus ada SDM yang terlatih misalkan terkait pegawai dan untuk jalur evakuasi. Tempat evakuasi harus dipastikan dan Tanjung Lesung sudah ada semua," pungkas dia.
 

 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif