Suasana penandatanganan pembiayaan dari BTN, SMI, dan BRI Syariah kepada Angkasa Pura I (Foto: Medcom.id/Husen Miftahudin)
Suasana penandatanganan pembiayaan dari BTN, SMI, dan BRI Syariah kepada Angkasa Pura I (Foto: Medcom.id/Husen Miftahudin)

Angkasa Pura I Dapat Suntikan Rp5 Triliun

Ekonomi angkasa pura 1
Husen Miftahudin • 18 Desember 2018 10:48
Jakarta: PT Angkasa Pura I (Persero) mendapatkan dukungan pendanaan dengan nilai keseluruhan sebesar Rp5 triliun. Dukungan pendanaan berupa pinjaman tersebut berasal dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), dan PT BRI Syariah Tbk.
 
Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi menjelaskan suntikan modal dari bank dan lembaga keuangan nonbank itu digunakan untuk mendanai pengembangan bandara yang ada di bawah pengelolaan Angkasa Pura I untuk 2018-2019. Fasilitas kredit sebesar Rp5 triliun itu bertenor lebih dari 10 tahun dengan grace period lima tahun.
 
Ia menambahkan di tahun ini Angkasa Pura I melakukan proses pendanaan eksternal sebesar Rp5 triliun untuk membiayai realisasi capital expenditure (capex) atau belanja modal di 2018 dan sebagian di 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Di 2019 dengan rencana belanja modal sekitar Rp17,53 triliun, kami merencanakan pendanaan eksternal sebesar Rp13 triliun dapat bersumber dari pinjaman lembaga keuangan dan penerbitan obligasi," ujar Faik, di Grand Mercure Hotel, Jalan Benyamin Sueb, Jakarta Pusat, Selasa, 18 Desember 2018.
 
Dalam rencana jangka panjangnya, Angkasa Pura I merencanakan belanja modal sebesar Rp76 triliun untuk periode 2019-2023. Angkasa Pura I akan mendanai rencana tersebut melalui pinjaman dari lembaga keuangan, penerbitan obligasi, sekuritisasi aset, serta partnership dengan mitra strategis.
 
"Kami harap melalui penandatanganan perjanjian ini dapat mendukung peningkatan kinerja bisnis, meningkatkan kualitas layanan, dan kepuasan pengguna jasa di bandara yang kami kelola," ungkap dia.
 
Direktur Utama BTN Maryono menambahkan pihaknya memberikan fasilitas pembiayaan (non revolving loan) kepada Angkasa Pura I sebanyak Rp2 triliun. Suntikan pinjaman tersebut dilakukan untuk aktivitas usaha, pengembangan bandara, dan investasi rutin.
 
"Ini sebagai bentuk sinergi BUMN dan komitmen BTN untuk mendukung pembangunan infrastruktur. Pembiayaan sektor infrastruktur akan terus ditingkatkan dengan membuka kerja sama dengan BUMN lain," pungkas Maryono.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif