Pemerintah Rancang Alat Baru Pendeteksi Gempa dan Tsunami
Gempa Lombok. Dok: Medcom.
Jakarta: Pemerintah sedang merancang alat pendeteksi gempa dan tsunami baru untuk memitigasi bencana yang kerap melanda Indonesia. Pasalnya, alat-alat sebelumnya kurang berfungsi maksimal dalam mendeteksi datangnya gempa dan tsunami.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Indonesia memerlukan alat yang mampu mendeteksi gempa dan tsunami 10 detik sebelum bencana melanda.

"Sekarang presiden perintahkan kita buat early warning terutama tsunami ya karena tsunami itu kan ternyata bisa dideteksi 10 detik lebih awal dari kejadian," kata Luhut saat ditemui di kantor Kemenko Maritim, Jakarta, Selasa, 16 Oktober 2018.

Luhut mengungkapkan nantinya alat pendeteksi baru tersebut akan menggunakan konten lokal alias diproduksi dalam negeri. Namun, alat tersebut tetep menyerupai teknologi negara maju seperti Jepang. Sejumlah alat pun akan segera diuji coba di wilayah Indonesia dengan potensi gempa yang tinggi.

"Sudah ada dan kita sudah mau coba itu di daerah yang potensi terjadi tsunami paling mungkin. Kita juga udah ada beberapa yang bisa, tadi kita bicarakan dengan konten lokal tadi. Kita bisa buat di dalam negeri sendiri," imbuh dia.

Terkait anggaran, Luhut menyebut pemerintah tengah menggodok skema anggaran yang akan digunakan untuk memperbanyak alat-alat pendeteksi gempa dan tsunami baru ini.

"Kita harapkan minggu depan sudah ketemu bentuknya. Presiden sudah perintahkan tadi," tegas dia.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menambahkan pihaknya lebih memprioritaskan rancangan mitigasi bencana secara komprehensif. Pasalnya, diperlukan pilot prioritas bagi daerah dengan potensi bencana yang tinggi.

"Pilot prioritas daerah mana yang harus diutamakan karena potensi kebencanaannya tinggi. Ini harus disiapkan benar benar  sebelum terjadi bencana," imbuh dia.

 



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id