Pelindo I Butuh Suntikan Rp4 Triliun di Tahun Depan

Nia Deviyana 19 November 2018 16:59 WIB
pelindo
Pelindo I Butuh Suntikan Rp4 Triliun di Tahun Depan
Pelindo I. MI/GALIH PRADIPTA.
Jakarta: PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo I membutuhkan suntikan dana sekitar Rp4 triliun untuk 2019.

Direktur Utama Pelindo I Bambang Eko Cahyana mengatakan ada beberapa proyek yang dipercayakan kepada Pelindo I dan anak perusahaan.

"Masih estimasi untuk tahun depan, kemungkinan kita butuh Rp4 triliun. Dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKAP) 2019, untuk perusahaan induk Pelindo I saja butuh Rp3 triliun. Sisanya untuk anak perusahaan," ujarnya di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin, 19 November 2018.

Bambang memaparkan Pelindo I ditugaskan untuk mengembangkan Terminal Pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatera Utara tahap II yang membutuhkan dana Rp11 triliun dalam dua tahun, pengembangan terminal pelabuhan Batu Ampar di Batam dengan nilai proyek USD300 juta atau senilai R4,5 triliun, dan menjadi konsorsium BUMN untuk membangun KEK di Lhokseumawe, Aceh.

"Kira-kira tahun depan investasi strategis Pelindo I dan anak perusahaan hampir Rp7 triliun, kalau pinjamannya 70 persen, berarti sekitar Rp4 triliun," tambah Bambang.

Pada kesempatan yang sama, Pelindo I baru saja menandatangani pembiayaan investasi sebesar Rp1,3 triliun dari tiga bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN), antara lain Bank Mandiri, BRI, dan BNI.

Penandatanganan fasilitas kredit sindikasi  berjangka waktu tujuh tahun ini akan digunakan Pelindo I untuk membeli alat-alat dan penguatan dermaga di sejumlah pelabuhan utama di Indonesia bagian barat.

"Kredit dari sejumlah lembaga keuangan menunjukkan kepercayaan yang tinggi pada kinerja perseroan. Sinergi BUMN ini secara langsung membantu meningkatkan layanan kepada masyarakat," pungkasnya.



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id