Menteri BUMN Rini Soemarno. (FOTO: Metro Bisnis)
Menteri BUMN Rini Soemarno. (FOTO: Metro Bisnis)

Disentil Menteri Rini, Krakatau Steel Siap Genjot Penjualan

26 Maret 2018 09:38
Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarno mengungkapkan selama 2017 sebanyak 12 perusahaan mengalami defisit. Oleh karena itu, dia menargetkan pada tahun ini tidak ada lagi perusahaan pelat merah yang menderita kerugian.
 
"Pada 2016 jumlah BUMN yang rugi mencapai 24 perusahaan, 2017 turun menjadi 12 perusahaan. Di 2018 targetnya tidak ada lagi yang rugi," kata Rini saat mengikuti Fun Bike BUMN 2018, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Minggu, 25 Maret 2018.
 
Menurutnya, berbagai langkah akan dilakukan untuk memperbaiki kinerja keuangan, terutama yang masih dalam keadaan defisit. "Banyak cara. Namun, yang paling utama adalah sinergi. Misalnya, BUMN dalam satu sektor yang sama, logistik pengadaan barang bisa dikoordinasikan sehingga lebih efisien," ujarnya.

Selain itu, sinergi BUMN diarahkan untuk saling memanfaatkan jasa ataupun produksi yang dihasilkan beberapa perusahaan.
 
Ia menyoroti beberapa BUMN yang masih dalam tekanan keuangan, yaitu PT Garuda Indonesia yang perlu berbenah agar kinerja operasi lebih bagus lagi. Khusus untuk Garuda, kerugian lebih disebabkan perusahaan ini terjebak dalam perang tarif dan rute penerbangan internasional yang tidak efisien. Untuk Krakatau Steel, kerugiannya membengkak karena antara lain adanya dumping baja dari Tiongkok.
 
Ketika dimintai tanggapannya tentang permintaan Menteri Rini tersebut, Sekretaris Perusahaan Krakatau Steel Suriadi Arif mengatakan pihaknya menargetkan peningkatan penjualan hingga 40 persen menjadi 2,8 juta ton pada tahun ini. Selain itu, Krakatau Steel berupaya lebih efisien dan meningkatkan penjualan.
 
"KS juga akan terus meningkatkan customer engagement. Salah satunya dengan memperbanyak LTSA (long term supply agreement)," jelasnya.
 
Bahkan, pada tahun ini Krakatau Steel menargetkan laba bersih hingga USD24 juta. Target tersebut, kata Arif, tidak terlepas dari kenaikan harga baja jenis hot rolled coil (HRC) yang saat ini di pasaran berada di kisaran USD468 sampai USD700 AS per ton. (Media Indonesia)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AHL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan