Ilustrasi. FOTO: Medcom.id.
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id.

Kemudahan Kartu Kredit Digital Tak Selalu Disambut Positif Milenial

Ekonomi kartu kredit ekonomi digital
Nia Deviyana • 19 September 2019 14:12
Jakarta: Kehadiran kartu kredit digital tidak sepenuhnya disambut positif oleh milenial. Raka Lestari (25), contohnya, mengaku enggan menggunakan kartu kredit digital meski banyak kawannya menggunakan layanan tersebut.
 
"Malas ngutang, sih," ujar perempuan yang bekerja di industri kreatif ini, saat berbincang dengan Medcom.id, Kamis, 19 September 2019.
 
Meski banyak penawaran menarik seperti cashback, Raka mengaku tidak tertarik menggunakan kartu kredit digital karena takut semakin konsumtif. Sebab, dompet digital yang sekarang ini dia gunakan saja sudah membuatnya menjadi boros.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kadang enggak ingin beli, jadi beli karena ada diskon kalau bayarnya pakai OVO atau Go-Pay. Padahal enggak butuh-butuh banget. Cuma mikirnya lumayan saja diskonnya," tutur dia.
 
Senada dengan Raka, Gervin juga memiliki pandangan serupa. Pria berusia 28 tahun ini mengaku belum tertarik membuat kartu kredit digital karena sudah memiliki kartu kredit konvensional.
 
"Kalau terlalu banyak kartu kredit takut jadi kalap," kata dia.
 
Ada lagi Rahma (24). Dia mengaku kecewa dengan kartu kredit digital lantaran bunganya lebih tinggi dibandingkan kartu kredit konvensional.
 
"Kalau mencicil pakai kartu kredit konvensional kan bunganya nol persen. Kalau kartu kredit digital, seperti Kredivo, kalau dicicil bunganya tidak nol persen," kata dia.
 
Seperti halnya kartu kredit konvensional, Kredivo sebagai kartu kredit digital juga menawarkan skema cicilan untuk penggunannya yang ingin berbelanja barang di marketplace.
 
Ada tiga skema cicilan, seperti dilansir dari laman Kredivo.id, yakni tiga bulan, enam bulan, dan 12 bulan dengan bunga sebesar 2,95 persen.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif