Mendag Agus Suparmanto. Foto : MI/Susanto.
Mendag Agus Suparmanto. Foto : MI/Susanto.

Indonesia dan Inggris Sepakat Intensifkan Perdagangan dan Investasi

Ekonomi indonesia-inggris
Nia Deviyana • 04 November 2019 22:18
Bangkok: Kementerian Perdagangan menindaklanjuti penandatanganan Terms of Reference(ToR) Trade Review bersama delegasi Inggris di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asean ke-35 di Bangkok, Thailand.
 
Menteri Perdagangan RI Agus Suparmanto menerima Komisioner Perdagangan Inggris untuk Asia Pasifik, Natalie Black guna  membahas peningkatan kerja sama perdagangan dan investasi kedua negara.
 
"Kedua pihak mendorong agar pertemuan Trade Review pertama dapat dilakukan di London pada 9 Desember 2019 lebih produktif untuk membahas kajian perdagangan dan investasi kedua negara," kata dia melalui keterangan resminya, Senin, 4 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indonesia merupakan negara ASEAN pertama yang menandatangani Trade Review dengan Inggris. Hal ini menunjukkan arti penting Indonesia sebagai negara mitra ekonomi Inggris.  
 
Salah satu bidang yang menjadi concern Inggris adalah penguatan kerja sama dengan Indonesia di bidang perdagangan jasa finansial, yang saat ini telah berkembang dengan baik di negara-negara ASEAN lainnya.
 
"Saya melihat Indonesia dan Inggris masih perlu dilakukan peningkatan komunikasi dan kerja sama yang lebih intentsif, khususnya untuk meningkatkan perdagangan antara Indonesia-Inggris, baik di sektor barang maupun jasa," lanjut Agus.
 
Tidak ketinggalan Agus juga menyampaikan concern Indonesia terkait hambatan akses pasar kelapa sawit di pasar Uni Eropa melalui RED II, dan di Inggris dengan banyaknya kampanye negatif yang dilakukan beberapa supermarket yang anti kelapa sawit.
 
Indonesia sangat berharap agar Inggris tidak melakukan hambatan akses pasar terhadap kelapa sawit maupun produk ekspor lainnya, melainkan mengedepankan pentingnya bekerja sama dengan Indonesia untuk membantu perdagangan sawit yang berkelanjutan.  
 
"Kelapa sawit ini sangat penting bukan hanya bagi Indonesia tetapi juga Inggris dan negara-negara  Eropa," tambah Agus.
 
Menanggapi hal tersebut, Inggris menyampaikan akan terus menjalin dialog terbuka dengan Indonesia guna membahas perkembangan isu sawit dan setuju menawarkan fasilitasi peningkatan kapasitas di bidang penelitian, edukasi, dan teknologi atas isu sustainability, khususnya bagi petani dan pelaku UKM sawit di Indonesia.
 
Pada 2018, Inggris merupakan negara peringkat ke-21 tujuan ekspor dan sumber impor nonmigas bagi Indonesia. Dibanding negara ASEAN lainnya, Indonesia merupakan trading partner terbesar ke-5 untuk Inggris (2018) setelah Singapura (USD8,5 miliar), Vietnam (USD6,8 miliar), Malaysia (USD5,8 miliar), dan Thailand  (USD4,1 miliar).  
 
Total perdagangan kedua negara pada 2018 adalah sebesar USD2,7 miliar. Ekspor Indonesia tercatat USD1,5 miliar, impor sebesar USD1,2 juta. Indonesia mengalami surplus sebesar USD0,3 miliar. Investasi Inggris di Indonesia 2018 sebesar USD271,1 juta dengan 483 proyek. Sementara itu pada triwulan IV-2019, investasi Inggris di Indonesia tercatat USD65,3 juta dengan 577 proyek.
 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif