Ilustrasi. MI/ROMMY PUJIANTO
Ilustrasi. MI/ROMMY PUJIANTO

Badan Usaha Diminta Banyak Berpartisipasi di Pembangunan

Ekonomi pembangunan ekonomi indonesia PT SMI
Nia Deviyana • 11 Oktober 2019 07:30
Jakarta: Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Edwin Syahruzad mengatakan ke depan pembangunan infrastruktur masih menjadi salah satu fokus program kerja pemerintah. Namun, ada beberapa tantangan yang mesti dihadapi, utamanya terkait anggaran.
 
"Sehingga tantangan ke depan Indonesia butuh lebih banyak partisipasi badan usaha untuk membangun infrastruktur, guna mengurangi beban fiskal negara," ujarnya, di Kepulauan Seribu, Kamis malam, 10 Oktober 2019.
 
Edwin menuturkan ada beberapa proyek yang sifatnya komersial, mahal ongkosnya. Sebagai contoh pembangunan jalan tol Trans Sumatera. Tantangan semakin sulit karena perbankan rata-rata hanya bersedia memberikan pembiayaan dengan tenor pengembalian kredit selama 19 tahun.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Di sini lah kami hadir sebagai katalis. Seperti pembiayaan Trans Sumatera itu tenor (pengembalian kredit) 25 tahun," tuturnya.
 
Edwin menambahkan selama 10 tahun mendukung percepatan pembangunan infrastruktur Indonesia, SMI memiliki fundamental kuat untuk tumbuh berkelanjutan. Melalui peran ini, lanjut Edwin, SMI bertindak tidak hanya sebagai enabler yang menginisiasi masuk ke sektor infrastruktur yang belum bankable menjadi pionir di pasar dan menciptakan efek crowding in.
 
"Dalam menjalankan perannya, SMI juga berfungsi sebagai market maker menjembatani kesenjangan pembiayaan infrastruktur. Sehingga hal tersebut menjadikan SMI sebagai komplementer yang mendukung upaya perbankan nasional maupun foreign melalui variasi instrumen pembiayaan yang inovatif dan kreatif yang dapat melengkapi produk perbankan," paparnya.
 
Peran SMI tersebut, kata Edwin, mendukung terwujudnya proyek Infrastruktur menjadi bankable serta memungkinkan SMI menjadi mitra (development partner) pembangunan yang memperkuat kapasitas dan kapabilitas pemangku kepentingan di sektor infrastruktur.
 
Sampai dengan September 2019, PT SMI telah mendukung pembiayaan berbagai proyek RPJMN (Rencana Proyek Jangka Menengah Nasional) di antaranya, Proyek Prioritas Nasional dan Proyek Strategis Nasional dengan total komitmen sebesar Rp45,9 triliun dan total nilai proyek sebesar Rp247,2 triliun.
 
Pembiayaan tersebut, terbagi dalam berbagai proyek antara lain Jalan Tol Trans Sumatera (Medan-Binjai, Palembang-Indralaya, Bakauheni-Terbanggi Besar), Jalan Tol Trans Jawa (Pejagan-Pemalang, Semarang-Solo, Solo-Ngawi, Ngawi-Kertosono, Surabaya-Mojokerto, Jakarta-Cikampek II, Cikopo-Palimanan), proyek telekomunikasi Palapa Ring Paket Tengah, serta proyek Sistem Penyediaan Air Minun (SPAM) Umbulan.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif