Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo.
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo.

OJK Siapkan Pedoman Manajemen Risiko Industri Asuransi

Ekonomi ojk industri keuangan non bank (iknb)
Husen Miftahudin • 16 Januari 2020 13:11
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bakal mereformasi Industri Keuangan Non Bank (IKNB) dengan menyiapkan pedoman manajemen risiko dan format laporan. Hal ini penting mengingat banyaknya gejolak keuangan internal yang terjadi pada industri asuransi.
 
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menyadari industri asuransi membutuhkan perhatian lebih serius untuk memperbaiki governance, kehati-hatian, dan kinerjanya.
 
"OJK telah mencanangkan reformasi industri keuangan non bank pada 2018 lalu yang mencakup perbaikan penerapan manajemen risiko, governance yang lebih baik, dan laporan kinerja investasi kepada otoritas dan publik. OJK akan mengeluarkan pedoman manajemen risiko dan governance serta format laporannya," ujar Wimboh dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2020 di Ritz Carlton Pacific Place, Kawasan SCBD, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis, 16 Januari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Wimboh juga mengakui pihaknya telah meminta seluruh direksi Lembaga Keuangan Non Bank untuk segera melihat kembali lebih rinci kinerja perusahaannya dan melakukan corrective action yang diperlukan.
 
"OJK berkomitmen penuh jika menemukan indikasi pelanggaran hukum akan dilaporkan dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku," tegas Wimboh.
 
Di industri pasar modal, sebutnya, peningkatan penerapan governance, transparansi, dan enforcement menjadi fokus utama OJK untuk meningkatkan integritas pasar dan kepercayan investor.
 
Menurutnya, penyempurnaan ekosistem pasar modal telah dimulai melalui penguatan pengaturan dan pengawasan, proses penawaran emisi, aktivitas perdagangan, sampai dengan kewajaran valuasi instrumen.
 
"Selama tahun 2019, OJK telah melakukan pembatasan penjualan reksa dana tertentu pada 37 manajer investasi serta memberikan sanksi kepada tiga Akuntan Publik. Adapun aktivitas penghimpunan dana melalui penawaran umum di pasar modal pada 2019 mencapai Rp166,8 triliun dan 60 emiten baru," pungkas dia.
 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif