"Realisasi APBN Tahun Anggaran 2015 sebesar 89 persen merupakan serapan terendah dalam tiga tahun terakhir," kata Niken, seperti dikutip dari Antara, saat dialog bertema 'Kebijakan Fiskal dan Kondisi Ekonomi Terkini', yang digelar Kementerian Keuangan, di Kota Bengkulu, Kamis (14/4/2016).
Ia mengatakan, pada Tahun Anggaran 2013 realisasi anggaran mencapai 91,97 persen, realisasi pada 2014 sebesar 92,90 persen dan pada 2015 turun menjadi 89,50 persen. Menurut dia, penyerapan APBN Tahun Anggaran 2015 termasuk rendah karena beberapa faktor mulai dari sumber daya manusia, administrasi pengadaan, dan perencanaan, serta penganggaran.
"Faktor sumber daya manusia antara lain akibat keterbatasan pejabat pengadaan barang dan jasa yang bersertifikat, dan kurangnya pemahaman terhadap peraturan mengenai mekanisme pembayaran," tuturnya.
Selain itu, tambahnya, pejabat dan pegawai pengelolaan keuangan sering mengalami mutasi, dan adanya ketakutan pejabat untuk melaksanakan pengadaan akibat pemberitaan penangkapan pejabat dengan tuduhan korupsi.
"Budaya menunda pekerjaan dan tidak disiplin juga memengaruhi kinerja penyerapan anggaran," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News