Menteri Keuangan Sri Mulyani. (FOTO: ANTARA/Rosa Anggreati)
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (FOTO: ANTARA/Rosa Anggreati)

Sri Mulyani Mengaku bukan Ibu yang Baik

Ekonomi penjaminan infrastruktur indonesia
Suci Sedya Utami • 22 Desember 2016 12:04
medcom.id, Jakarta: Di momen hari ibu kali ini, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memberi pengakuan mengejutkan jika dirinya belum menjalankan peran sebagai ibu yang baik.
 
Pengakuan Ani disampaikan saat ulang tahun ke-7 PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero). Eits, tapi jangan berburuk sangka dulu. Anak yang dimaksud yakni lembaga yang didirikannya.
 
Ani mengatakan saat PII lahir pada 2009, waktu itu Ani masih menjabat sebagai Menteri Keuangan pada masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Setelah mendirikan PII, Ani mengatakan dirinya meninggalkan PII di 2010 ke Amerika Serikat (AS) karena harus bertugas di lembaga baru, Bank Dunia.
 
"Saya tinggalkan setelah melahirkan, saya bukan ibu yang baik. Namun saya kembali lagi pada saat PII berumur tujuh tahun untuk mengambil kembali anaknya yang sudah besar," kata Ani di seminar nasional Infrastruktur yang digelar PII, di Hotel Four Seasons, Jakarta Selatan, Kamis (22/12/2016).
 
Ani mengatakan, usia tujuh tahun merupakan angka yang beruntung karena dirinya pribadi merupakan anak nomor tujuh di keluarganya. Dirinya pun mengaku bangga pada anaknya, PII yang saat ini sudah bisa meningkatkan (leverage) asetnya sebanyak 13 kali yang digunakan untuk menjamin proyek-proyek infrastruktur dalam negeri.
 
Selama tujuh tahun itu pula, lanjut Ani, PII sudah menjamim sembilan proyek dengan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) senilai Rp81 triliun.
 
"I want to congratulate, keep on the good work pertahankan yang sudah bagus, perkuat reputasi dan be more ambisius, dan selamat ulang tahin PII yang ke-7. Tujuh itu lucky number," tutup dia.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif