"2016 kami meraih laba dan angka penjualan tertinggi yang pernah dicapai perusahaan semenjak berdiri. Mitra Kerinci terus berkembang guna bersaing menjadi bagian dari keluarga BUMN yang fokus membesarkan industri teh Tanah Air," kata Direktur Pengembangan Usaha dan Investasi PT RNI Agung P. Murdanoto dikutip dari Antara, Minggu (8/1/2017).
Agung mengatakan, inovasi dan teknologi budidaya serta manajemen perkebunan harus ditingkatkan karena serangan jamur akar setiap tahun terus bertambah. Menurut dia, pembongkaran dan pembibitan baru harus dilakukan dengan konsisten.
Pengembangan usaha yang tengah dilakukan tahun ini adalah integrasi perkebunan teh dengan peternakan Sapi. Proyek ini didanai melalui program sinergi Kemitraan BUMN Hadir Untuk Negeri antara PT Mitra Kerinci dan PT Pertamina (Persero). Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan dan mendorong perekonomian masyarakat di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat.
Sementara itu, Ketua DPRD Solok Selatan, Shidiq Ilyas, mengapresiasi upaya manajemen yang mampu membalikkan kondisi perusahaan dari merugi sepanjang 20 tahun lebih menjadi perusahaan yang mampu membukukan laba dalam 4 tahun terakhir ini.
Sebagai informasi, Mitra Kerinci yang sudah berdiri sejak 26 tahun lalu ini juga berhasil memproduksi 18.804 ton pucuk basah dengan produktivitas 4.2 ton per hektare pada 2016.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News