"Sejak kebijakan penataan penjualan minuman malt di 2014, kinerja penjualan sempat mengalami penurunan," kata Direktur Pemasaran PT Delta Djakarta, Ronny Titiheruw di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Sabtu 25 Februari 2017.
Ronny mengatakan, saat ini memang penjualan minuman malt sudah mulai mengalami kenaikan, meskipun belum dapat mengejar pencapaian sebelum 2014. Sehingga perseroan meluncurkan produk baru untuk dapat memenuhi target tersebut.
Ronny mengatakan pihaknya akan menggenjot produknya yakni San Miguel Cerveza Negra melalui kafe, restoran, dan hotel terutama di lokasi-lokasi wisata, termasuk mensponsori berbagai kegiatan.
Dia menambahkan, secara total produksi minuman malt sebanyak 2,5 juta hekto liter, dari jumlah tersebut kami menempati peringkat dua dengan pangsa pasar 40 persen.
Ronny juga mengungkapkan bahwa produksi minuman malt milik perseroan ini sebagian dialokasikan untuk ekspor terutama ke negara-negara ASEAN.
"Kami bersedia memberikan masukan kepada pemerintah termasuk dengan pemerintah daerah agar industri ini dapat tumbuh dan berkembang," kata Ronny.
Dia mengakui, produk minuman malt ini sebagian bahan bakunya harus didatangkan dari luar negeri seperti gandum dan bahan lainnya karena tidak ada di Indonesia, namun prospek pasarnya terutama luar negeri sangat bagus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News