Ilustrasi Gedung Kementerian Pertanian - - Foto: Medcom.id/ Nia Deviyana
Ilustrasi Gedung Kementerian Pertanian - - Foto: Medcom.id/ Nia Deviyana

Kementan Klaim Keluhan Petani Cepat Teratasi di Sistem Monitoring Modern

Ekonomi kementerian pertanian
Ilham wibowo • 12 Februari 2020 15:26
Jakarta: Kementerian Pertanian (Kementan) mengklaim keluhan petani di berbagai daerah lebih cepat teratasi dengan sistem monitoring modern. Sistem tersebut berada di ruang pusat data pembangunan pertanian nasional berbasis teknologi atau Agriculture War Room (AWR).

Kepala Pusat Data dan Sistem Informatika (Kapusdatin) Kementan Ketut Kariyasa mengatakan sistem monitoring modern ini mampu memantau secara otomatis panen padi dan produksi beras di seluruh wilayah Indonesia.
 
Interaksi dengan petani di Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostratani) di tingkat kabupaten pun bisa dilakukan dan akan dikembangkan hingga ke tingkat kecamatan.
 
"Supaya bisa menggerakan pertanian secara baik dan tepat, beliau (Mentan Syahrul) punya terobosan mendirikan AWR, sebagai ruangan yang mampu memonitor program pertanian," kata Ketut di Agriculture War Room (AWR) Kementan, Ragunan, Jakarta Selatan, Rabu, 12 Februari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya implementasi AWR Kementan merupakan prioritas utama dalam tiga bulan terakhir. Sistem ini mengumpulkan big data dari tiap direktorat jenderal Kementan untuk dikaji secara statistik dan pemberian evaluasi secara terkini dengan arahan langsung Menteri Pertanian Yusuf Yasin Limpo.
 
"Beliau konsentrasi terhadap satu data yang akurat dan itu sangat penting sebagai basis dalam penyusunan kebijakan dan program pembangunan mencapai target pertaninan yamg maju, mandiri dan modern," tuturnya.
 
Ketut optimistis program pertanian yang telah dikaji di berbagai universitas itu bisa diterapkan hingga ke tingkat petani di pedesaan. Perkembangan pun kini dipantau secara harian dengan timbal balik dari petani langsung kepada pejabat Kementan.
 
"Ada lompatan mencapai target dan mendorong petani tidak tergantung banyak pada subsidi pemerintah. Semua bisa terlihat secara real-time dan perubahan di setiap minggunya," ujarnya.
 
Ketut menambahkan AWR merupakan instrumen penyuluh pertanian yang sangat efektif. Setiap pekan Mentan menyapa para petani terutama mereka yang memiliki keluhan besar dalam mengembangkan dan meningkatkan produksi pertanian.
 
"Setiap Jumat menyapa petani seluruh Indonesia, ini efektif untuk sampaikan pesan program pertaninan. Penerapan teknologi juga bisa disampaikan langsung oleh ahlinya di sini, lebih cepat sampai ke petani," ungkap Ketut.
 
Adapun AWR Kementan dirancang untuk memantau kondisi pertanian di tingkat kecamatan dan desa tanpa memerlukan alat drone. Sebab, alat ukur yang digunakan AWR berbasis internet of things atau kecerdasan buatan (artificial intelligence).
 
Kehadiran ruang pusat data dan sistem kontrol pembangunan pertanian nasional ini diharapkan semakin mempertipis perbedaan data statistik mengenai jumlah produksi beras nasional. Saat ini, Kementan telah menerapkan implemetasi satu data yang mengacu Badan Pusat Statistik (BPS).
 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif