Kepala BPS Suhariyanto. (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)
Kepala BPS Suhariyanto. (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)

Impor April 2019 Naik 12,25%

Ekonomi impor bps neraca perdagangan indonesia
Ilham wibowo • 15 Mei 2019 12:39
Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kinerja impor Indonesia pada April 2019 berada pada grafik menaik. Peningkatan terjadi sebesar 12,25 persen dibanding bulan sebelumnya.
 
"Nilai impor Indonesia April 2019 mencapai USD15,10 miliaratau naik 12,25 persen dibanding Maret 2019, namun biladibandingkan April 2018 turun 6,58 persen," kata Kepala BPS Suhariyanto di gedung BPS, Jalan dr. Sutomo, Jakarta Pusat, Rabu, 15 Mei 2019.
 
Dia memaparkan nilai impor Indonesia April 2019 tepatnya mencapai USD15.098,8 juta atau naik USD1.647,7 juta dibanding Maret 2019. Hal tersebut disebabkan oleh naiknya nilai impor migas dan nonmigas masing-masing sebesar USD714,6 juta (46,99 persen) dan USD933,1 juta (7,82 persen). Peningkatan impor migas dipicu oleh naiknya nilai impor seluruh komponen migas, yaitu minyak mentah USD72,6 juta (18,47 persen), hasil minyak USD453,6 juta (45,91 persen), dan gas USD188,4 juta (134,86 persen).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Nilai impor kumulatif Januari-April 2019 adalah USD55.767,3 juta atau turun 7,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," paparnya.
 
Impor nonmigas April 2019 tercatat mencapai USD12,86 miliar atau naik 7,82 persen dibanding Maret 2019, namun turun 7,02 persen dibanding April 2018. Sementara impor migas April 2019 mencapai USD2,24 miliar atau naik 46,99 persen dibanding Maret 2019, namun turun 3,99 persen dibandingkan April 2018.
 
Peningkatan impor nonmigas terbesar April 2019 dibanding Maret 2019 adalah golongan mesin dan peralatan listrik sebesar USD204,2 juta (14,12 persen), sedangkan penurunan terbesar adalah golongan serealia sebesar USD98,7 juta (25,15persen).
 
"Secara volume, impor Januari-April 2019 mengalami penurunan 2,15 persen sebesar 1.175,9 ribu ton dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi ini dipicu oleh turunnya volume impor migas sebesar 17,70 persen walaupun volume impor nonmigas naik 4,17 persen," ucapnya.
 
Lebih lanjut, tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–April 2019 ditempati oleh Tiongkok dengan nilai USD14,37 miliar (29,47 persen), Jepang USD5,32 miliar (10,92 persen), dan Thailand USD3,21 miliar (6,59 persen). Impor nonmigas dari ASEAN 18,88 persen, sementara dari Uni Eropa 8,29 persen.
 
Nilai impor semua golongan penggunaan barang baik barang konsumsi, bahan baku/penolong, dan barang modal selama Januari-April 2019 mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing 11,87 persen, 7,08 persen, dan 5,39 persen.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif