INKA Disuntik Rp440 Miliar untuk Bangun Pabrik
Ilustrasi kereta. (FOTO: MI)
Madiun: PT Industri Kereta Api (Inka) mendapatkan suntikan dana senilai USD30 juta atau setara dengan Rp440 miliar melalui kerja sama dengan perusahaan Amerika Serikat, yaitu Progress Rail.

"Kita sudah tanda tangan loan of agreement dengan Progress Rail ketika pertemuan IMF, komitmen awal mereka akan bangun USD30 juta," kata Direktur Utama Budi Noviantoro kepada Antara, di Kantor Pusat Inka, Madiun, Kamis, 8 November 2018.

Dia mengatakan investasi itu untuk nantinya pengerjaan lokomotif mengingat saat ini INKA tengah digenjot mengingat kebutuhan yang meningkat. Budi mengatakan sebelum tanda tangan perjanjian itu, pihak Progress Rail yang merupakan bagian dari Caterpillar Grouo itu telah mengunjungi pabrik INKA.

"Sebelum ke Bali, mereka ke sini untuk lihat-lihat, dia bilang 'saya senang, bagus ini, anak-anak muda semua, desainnya bagus'," tuturnya.

Saat ini, lanjut dia masih persiapan aspek legal dari Progress Rail tersebut. "Yang terpenting mereka sudah oke, ini masih proses aspek legal, enggak sembarangan," lanjutnya.

Nantinya, kata Budi, untuk lokomotif sendiri akan disiapkan satu blok dari total keseluruhan lahan pabrik baru, yaitu 83 hektare. Selain dari perusahaan Amerika Serika, Budi mengatakan pihaknya juga akan mengandeng PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk menanamkan modalnya di pabrik yang akan memproduksi empat unit kereta sehari itu.

"Untuk saat ini ada tiga, yaitu INKA, KAI, dan Progress rail," ujarnya.

Namun, ia belum mengetahui besaran modal yang akan KAI tanamkan di pabrik baru. Sementara, lanjut dia, untuk tahap 1 dibutuhkan pendanaan Rp600 miliar yang berasal dari penyertaan modal negara (PMN).

Sementara itu, total investasi untuk keseluruhan pembangunan pabrik, yaitu Rp1,6 triliun, termasuk untuk lahan dan akses. Pabrik INKA di Banyuwangi dipersiapkan untuk kebutuhan ekspor di mana bisa menekan biaya logistik karena hanya berjarak 3,2 kilometer ke pelabuhan, bahkan dengan akses rel langsung hanya 600 meter.

Pabrik kereta dan lokomotif Inka di Banyuwangi ditargetkan mulai beroperasi untuk tahap 1 pada 2020. Saat ini, Budi mengatakan sedang berlangsung lelang kontraktor, yaitu Wika, PP, dan Adhi Karya serta izin mendirikan bangunan (IMB) dari Bupati Banyuwangi.

"Akhir bulan ini kita sudah dapat pemenang lelangnya," pungkasnya.



(AHL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id