Suzuki Indonesia Targetkan Ekspor Rp11,3 Triliun
Suzuki. Dok : Suzuki.
Bekasi: PT Suzuki Indomobil Motor sebagai agen pemegang merek (APM) Suzuki di Indonesia menargetkan nilai ekspor hingga Rp11,3 triliun. Kapasitas produksi dalam negeri melalui kelima pabrik Suzuki yang telah beroperasi sejak 1974 itu bakal terus digenjot untuk memenuhi pasar dunia.

Presiden Direktur PT SIM Seiji Itayama mengatakan komitmen untuk melakukan ekspor dengan material produk hingga sumber daya asli Indonesia bakal terus dikembangkan.   Dia juga menegaskan pemasukan sektor ekspor menjadi fokus perusahaan karena besarnya potensi ini yang mencapai Rp 7,8 triliun pada 2017 atau setara 33 persen omset perusahaan.

"Kami ingin tingkatkan 1,5 kali lipat jadi Rp11,3 triliun hingga 2022. Kami ingin tingkatkan investasi sumber daya manusia maupun fasilitas pabrik," ujar Itayama saat melepas ekspor 12 ribu produk All New Ertiga di PT. Suzuki Plant Kawasan Industri Greenland International Industrial, Cikarang Pusat, Bekasi, Jawa Bara, Senin, 22 Oktober 2018.

Pasar produk berlabel Suzuki ini terbilang sudah cukup mendunia dengan merambah pemasaran di 109 negara sejak 1993 hingga 2018. Peluang ini menjadi nilai tambah yang baik bagi penjualan unit kendaraan maupun komponen asli buatan dari Indonesia.

Itayama memastikan seluruh pabrik Suzuki Indonesia baik di Cakung, Tambun, maupun Cikarang telah memenuhi standar khusus memenuhi bijakan jenis kendaraan di tiap negara tujuan ekspor.

Jumlah karyawan berkualitas diimbangi dengan teknologi robotik pun diharapkan mampu meningkatkan nilai ekspor setiap tahunnya.  

"Perizinan dan prosedur lainnya kami senantiasa ikuti kebijakan pemerintah. Kami akan terus dukung kebijakan pemerintah Indonesia serta pihak lain dan kami akan perluas bisnis kami," ujarnya.

Sejak tahun 2014 PT SIM melakukan penambahan investasi sebesar Rp 13,5 triliun dengan membangun pabrik yang mengintegrasikan sistem teknologi manufaktur terkini di Cikarang.

Kapasitas produksi kinj menjadi 214 ribu unit per tahun untuk mobil  320 ribu unit per tahun untuk kendaraan bermotor roda dua. Fasilitas produksi ini juga didukung 5.800 tenaga kerja lokal.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyebut sektor otomotif menjadi fokus pemerintah saat ini dalam memperkuat ekspor produk dalam negeri.

Pencapaian Suzuki pun menjadikan Indonesia sebagai pabrik terbesar ketiga Suzuki di dunia setelah India dan Jepang. Kinerja ini juga menjadikan Suzuki sebagai world mother plant untuk produk APV maupun Ertiga, serta GSX 125, GSX 150, Address dan NEX II.

"Ini tentunya merupakan sebuah capaian yang membanggakan bagi industri otomotif nasional maupun kita semua karena produk Indonesia bisa diterima dengan baik di negara tujuan," ungkapnya.



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id