Citibank. Dok : AFP.
Citibank. Dok : AFP.

Citibank Cetak Laba Rp838 Miliar di Kuartal I

Ekonomi citi indonesia
Desi Angriani • 09 Mei 2019 19:38
Jakarta: Citibank NA Indonesia (Citibank) membukukan laba bersih sebesar Rp838 miliar pada kuartal I-2019. Angka itu tumbuh 44 persen dibandingkan dengan kuartal yang sama periode tahun sebelumnya.
 
CEO Citi Indonesia Batara Sianturi mengatakan pertumbuhan laba bersih ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih menjadi Rp1,1 triliun dan pendapatan perdagangan bersih menjadi Rp313 miliar.
 
Peningkatan pendapatan tersebut juga memberikan kontribusi pada peningkatan Return on Equity(ROE) menjadi 20,75 persen dari 14,31 persen pada tahun sebelumnya dan peningkatan Return on Asset(ROA) menjadi 5,26 persen dari 3,95 persen di triwulan pertama 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kami telah memulai 2019 dengan sangat baik. Raihan laba bersih sebesar Rp838 miliar pada kuartal I-2019 atau tumbuh 44 persen. Kami terus berkomitmen untuk tumbuh serta memajukan perekonomian, dengan menjadi yang terbaik bagi para klien kami," katanya di Ritz-Carlton Pasific Place, Jakarta, Kamis 9 Mei 2019.
 
Di sisi lain, portofolio kredit meningkat 15 persen year on year menjadi Rp48,2 triliun. Kontribusi utama pertumbuhan portfolio kredit berasal dari lini bisnis Institutional Banking, terutama pada sektor industri manufaktur, pertambangan dan perantara keuangan (financial intermediary).
 
Kinerja yang positif ini, katanya ditunjang oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga berkelanjutan yang tumbuh sebesar 11 persen sehingga memungkinkan bank untuk mencatatkan rasio lending-to-funding (RIM) yang solid sebesar 79,21 persen.
 
"Kontribusi utama pertumbuhan portfolio kredit berasal dari lini bisnis Institutional Banking, terutama pada sektor industri manufaktur, pertambangan dan perantara keuangan (financial intermediary)," ungkap dia.
 
Pertumbuhan aset yang signifikan membuat tingkat kecukupan permodalan serta kualitas aset Citi Indonesia tetap kuat. Hal ini kata Batara, tercermin dari rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) sebesar 23,37 persen dan rasio Non Performing Loan bruto dan netto masing-masing sebesar 2,30 persen dan 0,53 persen.
 
“Berbagai pencapaian positif yang berhasil kami raih di sepanjang kuartal I 2019 menjadi benchmark bagi kami untuk senantiasa mendorong pertumbuhan dan mendukung kemajuan ekonomi bagi klien dan masyarakat," pungkasnya.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif