Ilustrasi pedagang beras. (FOTO: MI/Jhoni)
Ilustrasi pedagang beras. (FOTO: MI/Jhoni)

Impor Beras Jadi Solusi Masalah Produksi

Ekonomi impor beras
Andhika Prasetyo • 10 Januari 2019 13:28
Jakarta: Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengakui masih ada masalah yang belum terselesaikan terkait produksi beras. Persoalan itu pula yang lantas membuat pemerintah melalui Perum Bulog masih harus melakukan impor sebanyak 1,8 juta ton sepanjang tahun lalu.
 
"Ya itu masalah produksi. Produksi kalau memang tidak cukup ya harus ditutup dengan kegiatan impor. Kalau tidak, harga pasti akan naik," ujar Jokowi saat mengunjungi Gudang Bulog Divisi Regional Jakarta dan Banten di Kelapa Gading, Jakarta, Kamis, 10 Januari 2019.
 
Melalui impor tersebut, lanjutnya, masalah produksi yang minim kini bisa teratasi. Stok di seluruh gudang Perum Bulog, pada akhir Desember 2018, mencapai 2,1 juta ton. Sangat berbeda pada tahun-tahun sebelumnya yang biasanya hanya menyisakan persediaan tidak sampai satu juta ton pada penghujung tahun.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini stok yang memang besar. Kalau kita lihat dulu, kalau sudah Desember pasti tidak segini. Ini sekarang masih banyak sekali. Oleh sebab itu, stok ini harus kita pakai untuk menjaga agar harga beras bisa sedikit turun," tuturnya.
 
Perum Bulog sejak akhir tahun memang sudah gencar melakukan operasi pasar. Kegiatan itu pun membuat harga beras stabil di pasar. Bahkan, saat akhir tahun, periode ketika harga pangan cenderung naik lantaran tingginya permintaan seiring perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru, harga beras juga tidak mengalami lonjakan.
 
"Sekarang trennya sudah turun walaupun baru Rp50. Itu turun karena Bulog juga terus melakikan operasi pasar besar-besaran untuk memberikan suplai kepada pasar-pasar yang membutuhkan, kepada masyarakat yang membutuhkan," lanjut presiden.
 
Bulog pun diinstruksikan untuk terus melakukan intervensi dengan mengguyur pasar dengan stok yang ada hingga panen raya tiba. Dengan stok yang melimpah pula, Bulog kini bisa membungkam para spekulan di pasar sehingga tidak akan ada pemain-pemain yang bisa memainkan harga.
 
"Kalau stok Bulog banyak, akan ada keyakinan kepada pasar. Kita bisa memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa setiap saat diperlukan, Bulog siap stoknya. Karena biasanya kalau stok sedikit, itu akan banyak spekulasi dari pasar. Yang bermain-main dengan harga. Sekarang kita tunjukkan bahwa stok itu ada dan memang banyak," tegasnya.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif