Ilustrasi. (FOTO: AFP)
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Tahun Politik, CIMB Niaga Syariah Selektif Beri Pembiayaan

Ekonomi cimb niaga
Nia Deviyana • 27 Maret 2019 16:02
Jakarta: Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga Syariah) memproyeksikan pembiayaan sebesar 30 persen pada tahun ini. Realisasi tersebut diprediksi tidak meningkat dari tahun sebelumnya karena berbagai faktor.
 
"Tahun lalu target kita 30 persen, tapi melampaui. Tahun ini kami prediksi tetap 30 persen, karena kan tahun politik ya, kita lebih hati-hati dalam pembiayaan, harus lebih selektif," ujar Direktur Utama CIMB Niaga Syariah Pandji P Djajanegara usai mengisi diskusi di Graha CIMB Niaga, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu, 27 Maret 2019.
 
Selain itu, tingkat rasio kredit terhadap dana (LDR) berada di level 39 persen, sehingga ada kemungkinan tingkat margin meningkat.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Nah, saya tidak mau gara-gara ingin tumbuh besar, jadi mengorbankan kualitas dari aset CIMB Niaga. Artinya kalau saya ikut-ikutan ambil deposito biaya mahal, berarti harus memberikan pinjaman dengan margin yang lebih tinggi, tapi NPF (kredit bermasalah) berpotensi meningkat," paparnya.
 
Pandji menegaskan UUS akan lebih mengutamakan trade financing untuk menumbuhkan pendapatan berbasis komisi (fee based income).
 
Per 31 Desember 2018, CIMB Niaga Syariah telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp26,51 triliun atau tumbuh 58,8 persen dari 2017 sebesar Rp16.69 triliun. Kontributor utama peningkatan pembiayaan berasal dari segmen korporasi dan mortgage (KPR iB) yang masing-masing tumbuh 85,5 persen (Rp11 triliun) dan 60,4 persen (Rp87 triliun) yoy.
 
Kinerja pembiayaan pada 2018 berkontribusi pada aset UUS yang tercatat sebesar Rp34,38 triliun, tumbuh 45,4 persen secara tahun ke tahun atau year on year (yoy) dari posisi tahun sebelumnya sebesar Rp23,64 triliun.
 
"Ekspansi pembiayaan yang kami lakukan selalu didasari dengan prinsip kehati-hatian dan mengutamakan kualitas pembiayaan, sehingga kami bisa menjaga rasio Non Performing Financing (NPF) di posisi 0,98 persen atau di bawah rata-rata industri perbankan syariah," tukas Pandji.
 
Sementara dari sisi pendanaan selama 2018, CIMB Niaga Syariah menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp23,71 triliun atau tumbuh 19,1 persen dari posisi 2017 sebesar Rp19,91 triliun. Adapun profit before tax (PBT) yang diperoleh pada 2018 sebesar Rp701,61 miliar, meningkat 43,3 persen dari 2017 sebesar Rp489,68 miliar.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif