Program Sembako Murah merupakan salah satu program bantuan pemerintah untuk meningkatkan taraf hidup keluarga miskin (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)
Program Sembako Murah merupakan salah satu program bantuan pemerintah untuk meningkatkan taraf hidup keluarga miskin (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)

Penambahan Bantuan pada Program Sembako Murah Disambut Gembira KPM

Ekonomi Berita Kemensos
Gervin Nathaniel Purba • 10 Februari 2020 20:11
Makassar: Setelah diperkenalkan di Gresik, Jawa Timur, program Sembako Murah kini dikenalkan di Makassar, Sulawesi Selatan. Program Sembako Murah merupakan salah satu program bantuan pemerintah untuk meningkatkan taraf hidup keluarga miskin.
 
Pengenalan sekaligus penyaluran program Sembako Murah dilaksanakan di e-Warong Maraja, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu, 9 Februari 2020. Lebih tepatnya di BRI cabang Veteran Selatan, sebagai pembina e-Warong Maraja.
 
Adanya program ini sangat disambut oleh para penerima bantuan atau yang disebut sebagai keluarga penerima manfaat (KPM). Nilai bantuan yang dinaikkan menjadi Rp150 ribu per KPM serta adanya penambahan komoditas pangan menjadi angin segar bagi mereka.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Para KPM merasa senang karena mereka bisa mendapatkan bahan pangan dengan kualitas yang baik. Sebelum mendapatkan bantuan, mereka kerap mendapatkan kualitas yang kurang baik dengan harga murah.
 
"Kami sangat terbantu sekali dengan penambahan nilai bantuan menjadi Rp150 ribu. Beras kali ini sangat layak untuk dikonsumsi. Kami tidak pernah merasakan nasi pulen sebelumnya. Alhamdulillah kami bisa merasakan beras yang bagua selayaknya orang mampu membeli," ujar Jinaziah, KPM dari Kelurahan Bonto Lebang, Kecamatan Mamajang, Makassar, Sulawesi Selatan.
 
Rasa kebahagiaan itu juga diungkapkan KPM lainnya, Agustina Padang, yang tinggal di Jalan Kancil, Kelurahan Mamajang Luar Kecamatan Mamajang, Kota Makassar. Adanya penambahan komoditas pangan ini dinilai dapat mengurangi beban pengeluarannya untuk menyekolahlan keempat anaknya.
 
"Kami merasa bersyukur, itulah mengapa kami saling bantu. Program ini banyak membantu anak sekolah dan rumah tangga," kata Agustina, saat berbincang dengan Medcom.id.
 
Penambahan Bantuan pada Program Sembako Murah Disambut Gembira KPM
(Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)

 
Agustina merasa sudah kerasan sejak program Sembako Murah masih dalam bentuk format Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Sejauh ini, program dari Direktorat Jenderalan Penanganan Fakir Miskin (PFM) Kementerian Sosial (Kemensos) ini banyak memberikan dampak positif bagi keluarganya.
 
Setelah dikenalkan, para KPM berkesempatan untuk membelanjakan bahan pangan dari dana yang sudah dicairkan ke rening bank mereka. Dalam hal ini Bank BRI. Mereka melakukan transaksi menggunakan mesin EDC yang dipandu oleh para pendamping.
 
Nilai bantuan sebesar Rp150 ribu ditransfer ke rekening Himbara (BRI, BNI, dan BTN). Dana tersebut biasanya cair setiap tiga bulan.
 
Proses transaksi disaksikan langsung oleh Direktur Jenderal PFM Kemensos Andi ZA Dulung, Anggota Komisi VIII DPR Samsu Niang, DPRD Kota Makassar, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan Agustinus Appang, dan Kepala Dinas Sosial Kota Makassar Mukhtar Tahir.


Beras dan Telur Pilihan Utama


Meskipun sudah ada penambahan komoditas, berdasarkan pantauan, beras dan telur masih menjadi komoditas utama yang dibeli oleh para KPM. Selain kedua komoditas itu, KPM ada yang membeli tahu dan tempe.
 
Rosmawani, KPM yang tinggal di Jalan Veteran Selatan, Lorong 5a, Kecamatan Mamajang, Makassar, mengaku saat ini dirinya membutuhkan beras dan telur. Selain itu dia juga membeli tahu.
 
"Alhamdulillah, tadi uangnya cukup. Berasnya juga bagus," kata Rosmawani yang sudah dua tahun mendapatkan bantuan ini.
 
Penambahan Bantuan pada Program Sembako Murah Disambut Gembira KPM
(Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)
 
Sementara itu, Agustina Padang juga sudah berkeinginan untuk membeli beras dan telur ketika tiba di lokasi. "Yang penting itu beras dan telur. Kalau sayur bisa dibeli di pasar," katanya.
 
Dari sekian banyak para KPM yang bergembira membeli kebutuhan pangannya, ada beberapa KPM yang tidak bisa membeli karena dananya belum ditransfer. Seperti yang dialami Fitriani, dari Kelurahan Bonto Lebang, Kecamatan Mamajang, Makassar.
 
"Semenjak dapat beras, selalu dibilang enggak ada saldonya," ujar ibu empat anak ini, kesal.
 
Dia sudah melaporkan kasus tersebut kepada pendamping, namun belum ada hasil memuaskan. "Enggak enak teman-teman dapat, tapi saya enggak dapat," ucapnya.
 
Sebagai informasi, program Sembako Murah merupakan transformasi dari bantuan pangan non tunai (BPNT). Sebelumnya KPM mendapatkan nilai bantuan Rp110 ribu per KPM untuk membelanjakan beras dan telur. Kini dengan nilai bantuan Rp150 ribu, para KPM bisa membelanjakan uang tersebut untuk beras, telur, ikan, daging, sayur-sayuran, dan buah-buahan.
 

(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif