"Outstanding kredit mencapai Rp364,8 triliun pada akhir September 2015, naik 10,3 persen yoy dengan segmen korporasi sebagai pendorong utama pertumbuhan," ujar Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2015).
Dirinya menambahkan, kredit korporasi BCA mengalami peningkatan sebesar 12,0 persen atau Rp13,5 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya menjadi Rp126,1 triliun.
Kredit komersial dan UKM BCA juga tumbuh Rp11,9 triliun atau 9,3 persen yoy menjadi Rp140,4 triliun. Sementara itu, kredit konsumer tumbuh Rp8,8 triliun atau 9,8 persen yoy menjadi Rp98,5 triliun.
"Dalam portofolio kredit konsumer, Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) mencatat pertumbuhan 9,5 persen yoy menjadi Rp58,0 triliun, Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) naik 10,6 persen secara yoy menjadi Rp31,6 triliun dan kartu kredit tumbuh 8,8 persen yoy menjadi Rp8,9 triliun," jelas dia.
Sedangkan rasio kredit bermasalah (NPL) tetap terjaga di level 0,7 persen dengan rasio cadangan kerugian kredit sebesar 285,4 persen, sementara rasio kecukupan modal (CAR) berada di level 19,2 persen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News