medcom.id, Jakarta: Pengembangan wilayah kawasan ekonomi khusus (KEK) Bitung di Manado, Sulawesi Utara terkendala sengketa lahan dengan warga. Direktur Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian Imam Haryono mengatakan, Pemerintah kesulitan menghadapi masyararakat yang tanahnya masuk dalam wilayah pengembangan KEK Bitung.
Apalagi, setiap ingin mengadakan perundingan mengenai pembebasan lahan dan mengukur lahan tersebut, masyarakat sekitar, kata dia, sudah masyarakat sudah siap dengan senjata golok.
"Memang masih ada tanah yang belum clear. Masih banyak rumah liar di sana. Mau ngukur untuk mendetailkan, tapi semua sudah bawa golok. Jadi bagaimana mau ngukur," kata Imam ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Rabu (11/11/2015).
Sebelumnya, Plt Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Soni Sumarsono mengatakan ada lahan seluas 92,96 hektare (ha) yang sudah habis masa kontrak HGU-nya, kemudian diklaim menjadi milik warga setempat.
Menurutnya, masih banyak pihak yang mengaku memiliki lahan tersebut. Bahkan, lahan itu telah dijual oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Setidaknya sudah ada sekitar 300 rumah yang terbangun. Ini disayangkan mengingat lokasi pembangunan rumah merupakan lahan yang bisa dijadikan jalan menuju KEK Bitung.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan