Direktur Utama JIEP, Rahmadi Nugroho mengatakan kesepakatan bersama ini bertujuan untuk membangun kemitraan dan sinergi usaha antara IPC dan PT JIEP, melalui pembangunan dan pengoperasian integrated logistic area untuk international halal hub di kawasan JIEP.
"Serta membuat halal port yang diinisiasi oleh anak perusahaan IPC, yakni PT Multi Terminal Indonesia (PT MTI) dengan bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada awal 2016 lalu, menjadi efektif dan bernilai," ungkap Rahmadi dalam keterangan persnya, Rabu (3/8/2016).
Halal hub atau pelabuhan halal merupakan transit area untuk produk-produk dari negara-negara nonmuslim dengan tujuan ke negara-negara mayoritas muslim seperti Indonesia.
Keseluruhan dari halal hub ini nantinya integrasi dari halal port, halal zone, dan penerapan konsep halal logistics, dan halal supply chain management. Pelabuhan Tanjung Priok menjadi halal port, dan kawasan industri Pulo Gadung sebagai tempat zona halal dan industri kreatif.
Halal port yang dipersiapkan oleh PT MTI ini akan dilengkapi infrastruktur dengan fasilitas gudang seluas 6.840 meter persegi, lapangan penumpukan seluas 24.000 meter persegi, serta cold storage dengan kapasitas 3.344 ton.
Pembangunan pelayanan halal hub port ini tidak lain untuk memberikan kepastian kepada masyarakat muslim dalam pemenuhan kebutuhan logistik produk halal.
"Kami persiapkan kawasan industri dalam halal zone ini tidak terbatas pada produk farmasi, kosmetik, fashion maupun makanan saja, tapi akan dikembangkan untuk produk maupun jasa layanan halal," pungkas Rahmadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News