Ilustrasi (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Ilustrasi (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Pengusaha Belum Untung Jual Daging Sapi Rp70.000/Kg

Gervin Nathaniel Purba • 17 Juni 2016 15:45
medcom.id, Jakarta: Indoguna Group sepakat untuk melepas stok daging sapi beku miliknya dengan harga Rp70 ribu per kilogram (kg). Hal ini sebagai bentuk dukungan perusahaan kepada pemerintah agar harga daging sapi bisa berada di bawah Rp80 ribu per kg.
 
Namun demikian, Direktur Indoguna Utama Juard Effendi mengaku perusahaannya belum mendapatkan untung jika harga daging sapinya dijual seharga Rp70 ribu per kg. Baginya yang terpenting saat ini adalah membantu pemerintah dalam menurunkan harga daging menjelang Lebaran.
 
"Tidak ada untung, bisa dicek harga jual di luar berapa, kena bea masuk berapa. Kita kan bantu pemerintah turunkan harga daging (sapi)," ujar Effendi, saat ditemui di Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (17/6/2016).

Dirinya menambahkan, dirinya mendapatkan perintah dari pemerintah dalam hal ini Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman untuk menjual daging sapinya ke pasar tradisional dan operasi pasar. Pihaknya melalui CV Surya Cemerlang Abadi selaku anak perusahaan dari Indoguna Utama akan melepas sebanyak 1.000 ton daging sapi beku jenis CL 95.
 
Akan tetapi, Effendi mengaku belum akan melepas stok dagingnya dengan jumlah besar. Sebab, hingga saat ini, masih ada regulasi yang menyebutkan jika daging dari importir tidak boleh masuk ke pasar, melainkan harus masuk ke hotel, restauran, dan katering (horeka) atau industri.
 
Menurutnya, Menteri Amran baru menarik regulasi tersebut secara lisan. "Sudah ditarik secara lisan, secara tertulis belum," katanya.
 
Menurut Effendi, untuk saat ini, beberapa stok dagingnya sudah dilepas di operasi pasar yang berlokasi di area kantor polisi sektor (polsek). Hal ini tentunya berdasarkan arahan dari Menteri Amran supaya tidak menimbulkan anggapan kalau perusahaannya melanggar aturan.
 
"Tapi ini kan musti kerja sama dengan kepolisian setempat. Karena ini belum dicabut secara resmi larangannya. Mau tidak mau kita harus kerja sama. Kalau tidak kita menantang. Jangan sampai kita sudah berkorban nanti malah kejeblos lagi," paparnya.
 
Untuk saat ini, lanjut Effendi, pihaknya sudah melakukan operasi pasar di enam titik. "Besok kita tingkatkan 30 titik, biar cepat sampai 1.000 keluar," pungkasnya
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ABD)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan