Direktur Korporasi Bank Mandiri, Royke Tumilaar mengatakan akan memfasilitasi 30 persen dari total konsiderasi atas akuisisi saham NNT senilai USD2,6 miliar tersebut yakni USD360 juta. Fasilitas sebesar itu dikucurkan karena potensi tambang emas dan tembaga masih sangat besar. Ia juga melihat prospek emas dalam jangka panjang masih cenderung bagus.
"Yang lead kita. Kita USD360 juta Mandiri, sisanya BNI sama BRI. Kita kan ini ada dua tambang di sana, ada emas ada tembaga. Emasnya kan luar biasa harganya. Emasnya bagus, prospeknya bagus," kata Royke, saat ditemui usai halal bihalal di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (11/7/2016).
Menurutnya, dengan fasilitas tersebut, cash flow untuk akuisisi tersebut akan terjaga dan aman. Jangka waktu untuk sindikasi ini diakuinya selama dua tahun. Tahun depan diharapkan dapat lunas.
"Jangka waktu sindikasi dua tahun, tahun depan lunas," ucap dia.
Sebelumnya, PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) telah mengumumkan bahwa perusahaannya telah setuju untuk mengakuisisi saham PT Amman Mineral Internasional (AMI) yang mengendalikan 82,2 persen dari PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) dengan nilai USD2,6 miliar.
Presiden Direktur MedcoEnergi, Hilmi Panigoro mengatakan, AMI baru saja mengumumkan bahwa perusahaan telah membeli NNT dari Newmont Mining Corporation dan Sumitomo Corporation.
Menurutnya akuisisi ini akan menjadi transaksi structured finance terbesar di Asia Tenggara tahun ini. Tansaksi ini langsung memberikan nilai tambah terhadap MedcoEnergi karena operasi NNT berskala besar.
"Transaksi ini secara langsung memberikan nilai tambah strategis terhadap MedcoEnergi, mengingat operasi NNT yang berskala dunia. Akuisisi ini akan memperkuat posisi MedcoEnergi sebagai perusahaan energi dan sumber daya alam independen papan atas di Indonesia dan menegaskan komitmen kami untuk berkontribusi pada pembangunan nasional," kata Hilmi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News