Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja. FOTO ANTARA / Andika Wahyu.
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja. FOTO ANTARA / Andika Wahyu.

Segmen Korporasi Bikin Sektor Kredit Macet BCA Meningkat

Eko Nordiansyah • 27 April 2016 20:46
medcom.id, Jakarta: PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan kenaikan rasio bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) dari 0,7 persen menjadi 1,1 persen pada kuartal I-2016. Padahal pertumbuhan kredit BCA juga meningkat 11,4 persen menjadi Rp373,7 triliun.
 
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, naiknya NPL pada awal tahun ini dikarenakan oleh kredit bermasalah di segmen korporasi. Meskipun, pada periode tersebut segmen korporasi mengalami pertumbuhan kredit 18,5 persen menjadi Rp129,4 triliun.
 
"Ya, betul dari yang lalu 0,7 persen naik jadi 1,1 persen. Kenaikan itu pertama disebabkan nasabah korporasi senilai  Rp500-an miliar. Ini saja kontribusinya 0,2 persen," kata Jahja di Hotel Kempinski, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (27/4/2016).

Di samping kredit macet di sektor korporasi, lanjut Jahja, portofolio kredit dari bulan Desember ke Maret juga mengalami penurunan. Untuk periode Desember hingga Maret, penyaluran kredit BCA menurun hingga Rp14 triliun.
 
Dirinya menambahkan, sektor Small and Medium Enterprises (SME) juga mengalami penurunan kualitas kredit. Hal ini melanjutkan tren tahun lalu yang diakibatkan pelemahan kondisi ekonomi.
 
"Total kredit kita dari Maret tahun lalu sama tahun ini memang naik 11,4 persen tapi kalau dari Desember itu turun Rp14 triliun mungkin 3,4 persen turunnya, di samping kita akui penurunan kualitas SME dampak tahun lalu belum berakhir tapi yang signifikan sekali dari nasabah korporasi," pungkasnya.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan