Ilustrasi Asuransi Jiwasraya. Foto: dok MI.
Ilustrasi Asuransi Jiwasraya. Foto: dok MI.

BPK Butuh 2 Bulan Ungkap Kerugian Negara Akibat Jiwasraya

Ekonomi bpk Jiwasraya
Eko Nordiansyah • 08 Januari 2020 19:00
Jakarta: Badan Pemeriksa Keuangan membutuhkan waktu sekitar dua bulan lagi untuk mengungkap masalah yang membelit PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Saat ini BPK masih melakukan investigasi atas kerugian negara yang diakibatkan dari penjualan produk JS Saving Plan milik Jiwasraya.
 
Ketua BPK Agung Firman Sampurna mengatakan nilai kerugian negara yang nyata dan pasti baru dapat ditentukan setelah BPK melakukan pemeriksaan investigasi dalam rangka perhitungan kerugian negara. Namun BPK menemukan adanya penyimpangan atau perbuatan melawan hukum dari pengumpulan dana dari produk Jiwasraya tersebut.
 
"Jadi butuh waktu ya, BPK saat ini terus bekerja untuk dapat menghitung nilai kerugian negara dalam kasus tersebut dan direncanakan dapat selesai dalam waktu sekitar dua bulan," kata dia di Gedung BPK, Jakarta Pusat, Rabu, 8 Januari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain melakukan perhitungan kerugian negara, BPK juga mulai melakukan pemeriksaan investigatif kepada Jiwasraya. Nantinya BPK akan menyerahkan kepada Kejaksaan Agung soal pelanggaran pidana yang dilakukan oleh Jiwasraya.
 
"Jadi ada dua track, auditnya tetap berjalan, kemudian yang satu langsung kepada aspek penegakan hukum yang sekarang sedang ditangani oleh Kejaksaan Agung," jelas dia.
 
Dirinya menambahkan, tujuan pemeriksaan investigasi adalah untuk mengungkapkan adanya ketidakpatuhan yang berindikasi kecurangan, serta indikasi kerugian negara dan atau unsur pidana dalam pengelolaan Jiwasraya. Ruang lingkup pemeriksaan adalah seluruh kegiataan di Jiwasraya yang meliputi jasa asuransi, investasi, dan kegiatan operasional lain.
 
"Selain itu BPK juga melakukan pemeriksaan atas pengawasan oleh OJK, pemilihan dan pengawasan oleh komisaris dan Kementerian BUMN, serta pemeriksaan oleh akuntan publik," pungkasnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif