Presiden Joko Widodo. Foto: Damar Iradat/Medcom.id
Presiden Joko Widodo. Foto: Damar Iradat/Medcom.id

Jokowi Geram Gara-gara Cangkul

Ekonomi impor barang dan jasa lkpp Impor Cangkul
Damar Iradat • 06 November 2019 11:37
Jakarta: Presiden Joko Widodo geram masih banyak impor dalam pengadaan barang dan jasa. Jokowi meminta Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) memanfaatkan industri dalam negeri yang sudah berkembang pesat.
 
"Apakah negara kita yang sebesar ini industrinya sudah berkembang, pacul dan cangkul harus impor? Tolong didesain, ini baru satu barang," kata Jokowi saat memberi sambutan dalam Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Barang dan Jasa Pemerintah 2019 di JCC, Jakarta, Rabu, 6 November 2019.
 
Jokowi mengakui beberapa barang impor lebih murah. Namun, lapangan kerja bisa hilang bila keran impor terus dibuka.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, pengadaan barang dan jasa bisa dimanfaatkan untuk membangun industri-industri kecil di dalam negeri. LKPP, kata dia, dapat memetakan barang yang bisa diproduksi dalam negeri dan impor.
 
"Saya minta kepala LKPP memprioritaskan produk dengan komponen lokal yang sangat tinggi agar didahulukan. Persulit barang impar impor itu," tegas dia.
 
Menurut dia, LKPP harus bisa menyetop barang impor. Harga murah barang-barang impor juga bukan patokan utama.
 
"Saya lebih senang kalau kita beli barang lokal, meski harganya sedikit lebih mahal. Fasilitasi barang-barang yang produk dalam negeri betul-betul secepatnya bisa masuk e-catalog," papar dia.
 
Jokowi juga meminta industri dalam negeri diberikan insentif khusus jika ada produknya yang masuk dalam e-catalog. Dia meminta LKPP mempermudah persyaratan agar usaha kecil menengah masuk dalam e-catalog.
 
LKPP juga harus bisa bersinergi dengan Badan Standarisasi Nasional untuk merealisasikan hal-hal tersebut. Jangan sampai perusahaan dan barang dari luar negeri persyaratannya dipermudah, sedangkan industri dalam dipersulit. "Jangan dibolak-balik seperti itu," ujar dia.
 
Eks Gubernur DKI Jakarta itu berharap LKPP bisa merealisasikan tiga misi tersebut. Sehingga, defisit neraca perdagangan dan defisit transaksi berjalan hilang. "Dan kita menjadi surplus," kata Jokowi.
 

(AZF)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif