Ilustrasi (MI/RAMDANI)
Ilustrasi (MI/RAMDANI)

BNI Syariah Bukukan Laba Bersih Rp315,27 Miliar

Ekonomi bni syariah
Husen Miftahudin • 27 Juli 2019 06:02
Jakarta: BNI Syariah membukukan aset sebesar Rp42,49 triliun dan laba bersih sebesar Rp315,27 miliar hingga kuartal II-2019. Adapun laba tersebut disokong oleh ekspansi pembiayaan yang sehat dan rasio dana murah yang optimal. BNI Syariah siap mengoptimalkan kinerja agar pencapaian bisnis bisa lebih baik lagi hingga akhir tahun.
 
Per Juni 2019, menurut Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo, BNI Syariah telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp31,66 triliun, tumbuh 26,03 persen atau sebesar Rp6,54 triliun (yoy) dengan komposisi pembiayaan yang seimbang dengan segmen konsumer berkontribusi sebesar Rp14,53 triliun atau menyumbang 45,90 persen.
 
"Diikuti segmen komersial sebesar Rp9,14 triliun (28,88 persen), segmen kecil dan menengah Rp5,94 triliun (18,77 persen), segmen mikro Rp1,69 triliun (5,34 persen), dan hasanah card Rp352,61 miliar (1,11 persen)," kata Firman, seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, di Jakarta, Sabtu, 27 Juli 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam menyalurkan pembiayaan, BNI Syariah berusaha menjaga kualitas seiring dengan komitmen bank mencanangkan quality growth pada tahun ini. Komitmen menjaga kualitas pembiayaan ini ditunjukkan dengan rasio Non Performing Financing (NPF) BNI Syariah sampai Juni 2019 sebesar 3,03 persen.
 
"Dengan tetap menjaga tingkat pencadangan pembiayaan yang memadai yakni coverage ratio di angka 91,39 persen," tuturnya.
 
Selain pembiayaan, pertumbuhan yang positif juga ditunjukkan melalui kapabilitas BNI Syariah dalam menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK), Hingga triwulan II-2019, BNI Syariah mencatat penghimpunan DPK sebesar Rp36,32 triliun atau naik 12,13 persen secara yoy sebesar Rp3,93 triliun dengan jumlah nasabah lebih dari 3,2 juta.
 
"Komposisi DPK tersebut didominasi oleh dana murah (Giro dan Tabungan) yang mencapai 63,48 persen," ucapnya.
 
Dengan beberapa strategi yang telah dilakukan, BNI Syariah dapat menunjukkan tingkat profitabilitas yang baik yang ditunjukkan dengan rasio Return on Equity (ROE) mencapai 14,62 persen atau naik 4,11 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2018 yakni 10,51 persen.
 
Dalam mendukung terbentuknya ekosistem halal di Indonesia, tambah Firman, BNI Syariah yang mengangkat value proposition hasanah banking partner, terus menjalin sinergi dengan berbagai pihak, baik pembaga pemerintahan, institusi pendidikan, rumah sakit, maupun komunitas.
 
Salah satu program unggulan BNI Syariah adalah berupa Pelatihan Manajemen Masjid (PMM) 'Masjidku Hasanahku' yang telah diselenggarakan sejak 2018. Tujuan program PMM 'Masjidku Hasanahku' adalah meningkatkan peranan masjid sebagai pusat aktivitas keumatan.
 
"Baik untuk kegiatan pendidikan, pembinaan, pembentukan karakter, maupun aspek lainnya," pungkas Firman Wibowo.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif