Kepala Kajian Makro LPEM UI Febrio Kacaribu mengatakan bank sentral dapat mempertahankan suku bunga acuan saat ini mengingat inflasi dalam negeri masih sangat rendah.
"Kami melihat bahwa harga aset di pasar keuangan saat ini telah mencerminkan ekspektasi kenaikan Fed Fund rate yang lebih cepa dan memungkinkan Bank Indonesia untuk mempertahankan suku bunga untuk bulan ini," katanya kepada Medcom.id, Jakarta, Kamis, 19 Juli 2018.
Selain itu, pergerakan rupiah selama dua minggu terakhir mulai lebih stabil dan berada di kisaran Rp14.300-Rp14.400 per USD. Katanya, kestabilan nilai tukar tersebut terutama didorong oleh tindakan BI untuk menaikkan suku bunga acuan hingga mencapai level 5,25 persen serta adanya intervensi langsung di pasar valas.
"Setelah sempat terdepresiasi hingga melewati level Rp14.400 per USD pergerakan rupiah selama dua minggu terakhir mulai lebih stabil," imbuh dia.
Febrio menambahkan kenaikan suku bunga acuan membuat perbedaan imbal hasil antara aset berdenominasi mata uang negara berkembang dan aset USD meningkat secara relatif serta menghadang arus modal keluar. Hal ini terlihat dari tren akumulasi arus modal masuk dari Juni ke Juli yang mulai meningkat.
Dengan fundamental makroekonomi yang masih kuat maka arus modal masuk ke depannya akan cenderung positif serta mengurangi tekanan terhadap rupiah.
"Hal ini meredakan kekhawatiran investor, terutama investor asing, terhadap pelemahan rupiah lebih lanjut, yang dapat mengurangi keuntungan investasi di Indonesia," tambah Febrio.
Meskipun demikian, Bank Indonesia dinilai perlu tetap mengawasi dinamika eksternal yang dapat berdampak negatif terhadap Rupiah, terutama risiko perang dagang antara AS, Tiongkok, dan Uni Eropa, yang berpotensi berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi global secara keseluruhan.
Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada Jumat 29 Juni 2018 memutuskan untuk kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 bps menjadi 5,25 persen. Pada Mei lalu, BI telah telah menaikkan suku bunga acuan sebanyak dua kali masing-masing sebanyak 25 bps.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News