Jika Suku Bunga Acuan Naik

Adira Finance Sebut Pembiayaan Sepeda Motor Tidak Terpengaruh Signifikan

Angga Bratadharma 05 Mei 2018 14:05 WIB
multifinanceadira dinamika multifinance
Adira Finance Sebut Pembiayaan Sepeda Motor Tidak Terpengaruh Signifikan
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Basri Marzuki)
Jakarta: PT Adira Dinamika Multifinance Tbk atau Adira Finance menilai tidak ada dampak signifikan terhadap pembiayaan sepeda motor jika Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan atau BI 7 Day Reverse Repo Rate dalam waktu dekat. Adapun Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI kemarin memutuskan suku bunga acuan tidak berubah.

Direktur Utama Adira Finance Hafid Hadeli tidak menampik keputusan menaikkan suku bunga acuan oleh BI biasanya memengaruhi bisnis perusahaan pembiayaan. Namun biasanya, kenaikan suku bunga acuan yang dilakukan tidak memberikan gejolak berarti terhadap bisnis industri perusahaan pembiayaan di Tanah Air.

"Berdasarkan pengalaman, perubahan untuk pembiayaan sepeda motor tidak berubah signifikan karena kenaikan (suku bunga acuan) satu persen maka dampaknya sekitar Rp5 ribu per bulan terhadap pembayaran cicilan dan tidak sampai Rp10 ribu. Tidak terlalu besar," kata Hafid, ketika ditemui Medcom.id dalam sebuah kesempatan, di Jakarta, Jumat, 4 Mei 2018.

Namun, ia tidak menampik, pembayaran cicilan mobil akan naik signifikan jika diasumsikan kenaikan suku bunga acuan sebanyak satu persen. Kendati demikian, Hafid memperkirakan, kenaikan suku bunga acuan yang dilakukan oleh BI tidak bakal terlalu besar sejalan dengan situasi dan kondisi makroekonomi.

"Kalau mobil agak sensitif memang karena pinjamannya biasanya besar. Mungkin kenaikan sekitar Rp500 ribu untuk pembayaran cicilan. Tapi, kalau suku bunga acuan naik paling tidak terlalu besar," tuturnya.

Sebelumnya, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18-19 April 2018 memutuskan untuk mempertahankan BI 7 Day Reverse Repo Rate atau tetap sebesar 4,25 persen, dengan suku bunga deposit facility tetap sebesar 3,50 persen dan lending facility tetap sebesar 5,00 persen, berlaku efektif sejak 20 April 2018.

Kebijakan tersebut konsisten dengan upaya menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan di tengah meningkatnya tekanan eksternal. BI memandang pelonggaran kebijakan moneter yang ditempuh sebelumnya didukung kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran masih memadai untuk terus mendorong momentum pemulihan ekonomi domestik.

 



(ABD)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id