Jelang Bulan Puasa, Impor Kurma Naik 86%
Ilustrasi penjual kurma. (Foto: Antara/Akbar Nugroho).
Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan sejumlah komoditas impor mengalami kenaikan terutama menjelang bulan puasa yang jatuh pada pertengahan Mei 2018. Salah satu yang mengalami kenaikan cukup signifikan adalah impor kurma ke Indonesia.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan impor kurma naik 86 persen mencapai USD17,8 juta dibandingkan Februari 2018. Menurut dia, impor kurma mayoritas datang dari Mesir dalam rangka persiapan kebutuhan puasa dan Lebaran tahun ini.

"Komoditas yang peningkatan impornya besar pada Maret 2018 itu impor kurma mulai naik seiring dengan bulan puasa. Jadi sudah ada impor kurma dalam rangka menghadapi puasa dan Lebaran," kata dia di Kantor Pusat BPS, Jalan Dr Sutomo, Jakarta Pusat, Senin, 16 April 2018.

Sementara itu, lanjut Suhariyanto, untuk impor bahan baku penolong meningkat sekitar 2,62 persen. Salah satu komoditas yang mengalami peningkatan agak besar itu produk gula mentah dan karet.

Dirinya menambahkan, impor beras yang dilakukan pemerintah pada beberapa bulan lalu telah mengalami penurunan. Hal ini disebabkan oleh harga beras yang sudah mulai terkendali jika dibandingkan dengan harga beras pada Januari dan Februari.

"Penurunan yang tajam adalah impor beras karena impor beras dibatasi. Pada Februari kemarin lumayan tinggi. Kemudian juga ada beberapa barang yang termasuk barang konsumsi yang mengalami penurunan itu komponen pesawat udara," jelas dia.

Impor pada Maret 2018 sebesar USD14,49 miliar naik 2,13 persen dibanding Februari 2018. Secara kumulatif sejak Januari sampai dengan Maret 2018, total impor sebesar USD43,98 miliar atau meningkat 20,12 persen.

 



(AHL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360