Ilustrasi. (FOTO: AFP)
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Luhut: Indonesia Baru Bisa Rasakan 9% Potensi Ekonomi Maritim yang Besar

Ekonomi kabinet jokowi-jk kemaritiman poros maritim dunia
Suci Sedya Utami • 18 Oktober 2017 11:15
medcom.id, Jakarta: Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menyatakan potensi ekonomi maritim Indonesia sangat besar. Namun sayangnya pemerintah terlambat untuk menyadarinya.
 
Dirinya menyebutkan, potensi ekonomi maritim yang ada di lautan yang bisa diekspoitasi yakni mencapai USD1,33 triliun per tahun atau mencapai Rp17,69 triliun (kurs Rp13.300 per USD).
 
Angka tersebut terdiri dari sektor pertambangan dan energi USD210 juta, agrikultural USD210 juta, industri jasa maritim USD200 juta, sumber daya nonkonvensional USD200 juta, dan industri bioteknologi USD180 juta.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian sumber daya pulau-pulau kecil USD120 juta, industri pengolahan ikan USD100 juta, wisata bahari USD60 juta, transportasi laut USD30 juta, hutan mangrove USD8 juta, serta perikanan tangkap USD12 juta.
 
"Tapi sekarang yang terasa baru 8-9 persen," kata Luhut dalam paparan kinerja tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK, di Gedung Bina Graha KSP, Jakarta Pusat, Rabu 18 Oktober 2017.
 
Luhut bilang, padahal Indonesia sangat luas yang mana 79 persen dari luas wilayah Indonesia merupakan laut. Dia megatakan ada benarnya Presiden Jokowi menyatakan bahwasanya selama ini laut dipunggungi.
 
Sebab, sejak kemerdekaan, barulah pada 2014 pemerintah sadar dan mendeklarasikan poros maritim.
 
Dirinya pun mengakui bahwa ia sendiri terlambat menyadari bahwa sebenarnya ada potensi yang besar dari bidang maritim.
 
"Pembentukan Kemenko Maritim ini terlambat artinya baru jaman Pak Jokowi. Saya juga terus terang jujur mengatakan enggak tahu nih Menko Maritim ini binatang apa. Setelah saya masuk di dalam itu kita terlambat, seharusnya dari dulu dikelola dengan baik maka akan banyak bisa dieksploitasi," pungkas dia.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif