Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira. Foto: dok MI.
Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira. Foto: dok MI.

Dampak Konflik di Ukraina ke Ekonomi RI Perlu Diwaspadai

Ekonomi krisis ukraina Pertumbuhan Ekonomi BPS Ekonomi Indonesia Perang Rusia-Ukraina
Antara • 09 Mei 2022 19:24
Jakarta: Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan dampak konflik di Ukraina yang berkepanjangan terhadap pertumbuhan ekonomi perlu diwaspadai.
 
"Konflik di Ukraina yang berkepanjangan disertai lockdown di Tiongkok mengganggu rantai pasok beberapa kebutuhan impor industri Indonesia. Belum tentu pertumbuhan lima persen akan berjalan terus pada kuartal berikutnya," kata Bhima kepada Antara, Senin, 9 Mei 2022.
 
Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai lima persen year on year pada kuartal I-2022. Menurut Bhima, pertumbuhan ini didorong oleh kenaikan harga komoditas dan peningkatan permintaan batu bara dan minyak kelapa sawit (CPO) di pasar internasional.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kinerja ekspor dan investasi yang berkaitan dengan sektor pertambangan serta perkebunan mampu mendorong pemulihan ekonomi," katanya.
 
Di samping itu, konsumsi rumah tangga juga perlahan menunjukkan pemulihan karena terdapat pelonggaran mobilitas masyarakat, sebagaimana tampak pada sektor transportasi dan pergudangan yang tumbuh paling tinggi yakni sebesar 15,79 persen year on year.
 
Hanya saja, perekonomian nasional ke depan dapat menghadapi tantangan karena kenaikan harga komoditas tidak hanya membuat neraca dagang surplus, tapi juga meningkatkan harga pangan dan energi. "Kalau tidak diantisipasi, harga komoditas yang naik akan berimbas ke inflasi pangan maupun energi," ucapnya.
 
Selain itu, kenaikan suku bunga secara global juga akan mendorong perbankan menyesuaikan bunga pinjaman.
 
"Cost of fund yang naik akan menekan penarikan pinjaman atau kredit baik untuk modal kerja pengusaha maupun pinjaman konsumsi," katanya.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif