Ilustrasi penerimaan hasil program pengungkapan sukarela - - Foto: MI/ Pius Erlangga
Ilustrasi penerimaan hasil program pengungkapan sukarela - - Foto: MI/ Pius Erlangga

Lebih dari 24 Ribu Wajib Pajak Ikut PPS dengan Setoran Capai Rp3,56 Triliun

Eko Nordiansyah • 18 Maret 2022 19:39
Jakarta: Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mencatat sebanyak 24.711 wajib pajak telah mengikuti Program Pengungkapan Sukarela (PPS) sejak 1 Januari lalu. Dari wajib pajak tersebut, penerimaan pajak penghasilan (PPh) final yang telah disampaikan mencapai Rp3,56 triliun.
 
"Jumlah peserta yang telah mengikuti PPS ini hampir 25 ribu sampai 18 Maret hari ini pukul 8.00 pagi tadi," kata kata Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo dalam webinar, Jumat, 18 Maret 2022.
 
Total harta bersih yang telah diungkapkan oleh para wajib pajak ini mencapai Rp34,54 triliun. Nilai harta bersih tersebut terdiri dari deklarasi harta dalam negeri mencapai Rp30,15 triliun, harta yang diinvestasikan adalah sebesar Rp2,08 triliun, dan deklarasi harta di luar negeri sebesar Rp2,30 triliun.
 
Ia menambahkan, DJP tak memasang target tertentu untuk peserta maupun penerimaan yang masuk dari program pengampunan ini. Suryo berharap seluruh wajib pajak bisa ikut PPS ini karena tarif yang dikenakan lebih rendah sehingga menjadi kesempatan bagi wajib pajak untuk menyampaikan hartanya.
 
"Kami inginnya semua wajib pajak ikut. Jadi dalam kesempatan ini saya mengimbau juga, ada kesempatan, ayo kita manfaatkan dan jumlah pajak yang telah disetorkan Rp3,5 triliun lebih. Kami tidak memasang target tapi kami pengennya banyak," ungkapnya.
 
Suryo mengingatkan wajib pajak bisa memanfaatkan kesempatan dalam PPS ini karena berlangsung selama enam bulan sampai akhir Juni 2022 mendatang. Setelah program ini selesai, maka wajib pajak akan dikenakan tarif denda lebih besar untuk harta yang tidak dilaporkan.
 
"Mudah-mudahan setelah semester I tahun ini berlalu kami akan bercerita kepada masyarakat wajib pajak, ada yang kurang dilaporkan silahkan anda terus laporkan tapi dengan tarif yang berbeda. Namun demikian dalam waktu enam bulan ini bapak dan ibu bisa manfaatkan," pungkas dia.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif