Ilustrasi. Foto: dok MI/Atet Dwi Pramadia.
Ilustrasi. Foto: dok MI/Atet Dwi Pramadia.

Uang Beredar selama Lebaran 2022 Diperkirakan Capai Rp250 Triliun

Ekonomi Pariwisata transportasi tunjangan hari raya Pemulihan Ekonomi Nasional Uang Beredar Penyaluran Kredit Baru Mobilitas Masyarakat Lebaran 2022 Mudik Lebaran 2022
Antara • 26 April 2022 17:16
Jakarta: Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira memperkirakan total uang yang beredar selama Lebaran 2022/Idulfitri 1443 Hijriah mencapai Rp250 triliun, atau naik lebih dari 60 persen dibandingkan tahun lalu.
 
"Terlebih ada pembayaran THR (Tunjangan Hari Raya) penuh bagi pegawai swasta bisa picu pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang lebih tinggi," kata Bhima, Selasa, 26 April 2022.
 
Bhima menuturkan kalangan menengah atas yang lebih imun soal kenaikan harga barang atau inflasi dinilai sudah tidak sabar membelanjakan uangnya saat Lebaran. "Selama ini kan uangnya ditahan di bank atau deposito, harapannya sudah mulai dibelanjakan," katanya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan pelonggaran mobilitas masyarakat untuk mudik, permintaan di berbagai sektor diperkirakan juga akan meningkat. Permintaan yang meningkat itu mulai dari jasa transportasi, pakaian jadi, makanan minuman, perhotelan, hingga jasa telekomunikasi.
 
Sektor pariwisata diperkirakan tumbuh jauh lebih tinggi dibanding dua tahun sebelumnya dengan tingkat okupansi hotel di kisaran 70 persen hingga 80 persen. "Selain itu, tempat rekreasi dan fasilitas pendukung wisata akan terdorong dengan momen mudik," ujarnya.
 
Bhima mengemukakan indikasi dampak Lebaran sendiri sudah dirasakan dengan adanya pemulihan sektor transportasi yang sudah terlihat sebelum Ramadan.
 
Penyaluran kredit modal kerja sektor transportasi pada Januari 2022 tumbuh 9,5 persen (yoy) lebih tinggi dari Januari tahun sebelumnya yang hanya 5,9 persen (yoy). Hal yang sama terjadi pada kredit investasi tumbuh 12,5 persen di periode yang sama.
 
Pelaku usaha di sektor jasa transportasi, khususnya darat, juga mulai berekspansi kembali dengan menambah armada, atau menambah rute serta frekuensi baru. "Ada juga yang kembali merekrut karyawan untuk persiapan arus mudik nanti," katanya.
 
Bhima menambahkan, pada puncak mudik tahun ini diperkirakan sektor transportasi darat akan menjadi pilihan karena biayanya lebih murah dibanding membawa kendaraan pribadi. Hal itu sebagai imbas naiknya BBM jenis pertamax, sehingga pemudik akan memilih transportasi umum.
 
"Dibanding kuartal ke II-2021, gabungan antara pelonggaran mobilitas dan naiknya THR akan mendorong pemulihan arus kas perusahaan transportasi," pungkas Bhima.
 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif