Menteri Keuangan (Menkeu), Bambang Brodjonegoro, mengatakan dengan memangkas anggaran subsidi BBM tahun ini menjadi Rp81 triliun dari yang sebelumnya Rp276 triliun akan menambah fiskal lebih besar.
Tahun ini pemerintah hanya menyubsidi elpiji 3 kilogram (kg) sebesar Rp23 triliun, minyak tanah Rp6 triliun, solar Rp17 triliun, serta untuk carry over (bayar utang pemerintah ke Pertamina) sebesar Rp25 triliun.
"Tapi Rp230 triliun itu belum menghitung carry over yang Rp25 triliun tadi, jadi kalau dikurangi carry over tinggal Rp205 trliun," ujar Bambang, di Kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta Selatan, Jumat (9/1/2015).
Selain membayarkan utang pada Pertamina, pemerintah juga harus membayar utang ke PLN untuk listrik, utang subsidi pupuk dan juga memberikan Penyertaan Modal Negara (PMN) pada sejumlah BUMN yang besaran totalnya mencapai Rp37 triliun. Sehingga total belanja bersihnya sekitar Rp145 triliun.
Adapun dari Rp145 triliun tesebut, belanja tambahan terbesar untuk Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPU Pera) Rp33 triliun, Kementerian Perhubungan Rp20 triliun, serta Kementerian Pertanian Rp16 triliun.
"Tiga kementerian terbesar karena yang lain jauh di bawah itu, Kementerian ESDM Rp5 triliun, Kementerian Pertahanan biasanya paling besar tapi penambahannya tidak besar sekarang," jelas Bambang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News