Menkeu Bambang Brodjonegoro -- Foto: MTVN/Husen Miftahudin
Menkeu Bambang Brodjonegoro -- Foto: MTVN/Husen Miftahudin

Realisasi Penyerapan Anggaran Selama Ini Tak Optimal

Suci Sedya Utami • 16 Desember 2014 20:43
medcom.id, Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro menegaskan, tahun depan bakal ada tambahan ruang fiskal belanja karena adanya realokasi subsidi BBM.
 
"Belum menghitung dengan penerimaan, tapi dari realokasi subsidi bisa ciptakan ruang fiskal Rp120 triliun-Rp130 triliun," terangnya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (16/12/2014).
 
Ruang fiskal tersebut nantinya bakal digunakan untuk membiayai proyek-proyek yang sesuai dengan prioritas Presiden Joko Widodo, yakni sektor produktif untuk membangun infrastruktur pertanian, pekerjaan umum, perhubungan, energi, dan kelautan.

Dirinya mengakui, selama ini penyerapan anggatan masih sangat minim. Bambang menyebutkan, realisasi belanja modal sering kali di bawah 80 persen dari total anggaran yang telah disiapkan.
 
"Padahal yang akan ditambah secara signifkian dalam APBN-P 2015 itu adalah belanja modal. Belanja modal yang memang diharapkan juga bisa membantu menciptakan pertumbuhan ekonomi," kata dia.
 
Seperti diketahui, tahun depan merupakan tahun yang berat dengan segala tantangan baik domestik maupun global. Sehingga harapan dari pertumbuhan salah satunya bertumpu dari investasi pemerintah berupa belanja modal. Sehingga, yang diharapkan yakni pendalaman supaya belanja 2015 tidak hanya produktif tapi juga efektif.
 
"Tidak lagi hanya meninggalkan penyerapan yang besar karena selama ini kalau saya bilang  penyerapan belanja 90 persen itu karena subsidi. Tapi kalau belanja modal dipisahkan itu cuma 80 persen. Nah, ini yang akan diperbaiki untuk 2015," terangnya.
 
Selain itu, pemerintah juga bakal melihat  besaran potensi penerimaan dari segala aspek dan juga asumsi  harga minyak dan kurs dengan gejolak (volatilitas) yang terjadi beberapa hari ini. Tentunya harus pertimbangkan dengan sangat matang berapa kira-kira angka yang paling pas dari asumsi 2015 untuk menekan defisit tak sampai tiga persen dari PDB.
 
"Ya kita upayakan (defisit dua persen), itu tergantung bagaimana kita bisa menambah penerimaan pajak," tukasnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AHL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan