Ilustrasi. FOTO: worldbank.org
Ilustrasi. FOTO: worldbank.org

Pemerintah Diminta Serius Tangani Kasus Bumiputera dan Jiwasraya

Ekonomi bank dunia bumiputera Jiwasraya
Husen Miftahudin • 10 September 2019 08:32
Jakarta: Bank Dunia meminta Pemerintah Indonesia serius menangani persoalan likuiditas yang mendera dua perusahaan asuransi jiwa nasional, Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 dan PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Hal tersebut tertuang dalam laporan Bank Dunia bertajuk 'Global Economic Risks and Implications for Indonesia' yang dirilis September 2019.
 
Dalam laporannya, seperti dikutip Selasa, 10 September 2019, lembaga internasional itu menilai sistem keuangan Indonesia secara umum tahan terhadap guncangan global. Namun, ada dua bidang yang disebut memerlukan tindakan kebijakan dengan segera.
 
Pertama, meningkatkan visibilitas risiko dengan menjaga kesehatan dan ketahanan konglomerasi keuangan (industri perbankan, pasar modal, atau industri keuangan non bank). Sedangkan kedua ialah menjaga kredibilitas sistem keuangan dengan mengatasi kelemahan di sektor asuransi.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kedua, Bank Dunia beranggapan kasus Bumiputera dan Jiwasraya yang belum dapat memenuhi kewajibannya dalam membayarkan klaim kepada para nasabah menjadi persoalan serius. Maklum, kedua perusahaan asuransi jiwa nasional terbesar itu diperkirakan punya 7 juta nasabah dengan lebih dari 18 juta polis asuransi.
 
"Perusahaan mungkin menjadi tidak likuid dan membutuhkan perhatian segera," imbau Bank Dunia yang dinukil dalam laporannya.
 
Pada laporan yang sama, Bank Dunia juga menyarankan agar dua perusahaan asuransi jiwa itu melakukan penilaian secara terperinci atas kondisi kesenjangan aktuaria. "Setelah penilaian, segera lakukan pemulihan dan penyelesaian secara tertib," tegas Bank Dunia.
 
Peneliti Indef M Rizal Taufikurohman menilai Otoritas Jasa Keuangan (OJK) harus turun tangan untuk menangani kasus Bumiputera dan Jiwasraya yang belum dapat memenuhi kewajibannya dalam membayarkan klaim kepada para nasabah. OJK diharap bertindak cepat atas risiko keuangan yang dapat menyeret Indonesia ke dalam resesi ekonomi.
 
Rizal merunut pada bidang pertama yang disorot Bank Dunia terkait peningkatan visibilitas risiko dengan menjaga kesehatan dan ketahanan konglomerasi keuangan. Dalam bidang itu, masalah timbul akibat 88 persen penguasaan aset perbankan dipegang konglomerasi keuangan.
 
"Bank Dunia menyatakan harus ada monitoring dari OJK. Sebab, masalah dua asuransi ini ibarat puncak gunung es yang hanya kelihatan ujungnya. Kalau lambat respons, bisa menyeret pada resesi," ujar Rizal saat dihubungi, Senin, 9 September 2019.
 
Menurutnya, penetapan solusi atas masalah di Bumiputera dan Jiwasraya harus dihitung secara hati-hati. Meski demikian, OJK harus memberi dukungan dan kemudahan operasional untuk kedua perusahaan dalam memperbaiki kinerjanya.
 
Saat ini, upaya penyelesaian masalah Bumiputera terkesan jalan di tempat karena sudah tiga tahun tidak mengalami perubahan yang berarti. Sedangkan Jiwasraya, upaya penyehatannya terancam gagal karena jajaran OJK belum juga menerbitkan lisensi atas anak usahanya, Jiwasraya Putera yang diyakini bisa mendukung bisnis Jiwasraya.
 
"OJK lebih bagus untuk mendorong khusus yang dua ini. Kalau memang bisa diamankan dari sisi kinerja keuanganya, tentu harus mempunyai satu keputusan yang tepat," urai Rizal.
 
Berangkat dari hal tersebut, Rizal berharap jajaran OJK berfokus pada upaya penyelamatan dua asuransi jiwa nasional tersebut. Jika terlambat, ia khawatir hal ini akan menjadi pintu masuk resesi dunia kepada ekonomi Indonesia. Ini mengingat bayak lembaga keuangan nasional yang rentan terhadap imbas resesi.
 
"Keduanya harus segera diselesaikan kalau tidak mau terseret pada resesi. OJK harus jeli, tidak hanya dua perusahaan ini yang akan memberi kontribusi pada resesi, banyak sekor keuangan yang bermasalah juga. Artinya, share efeknya kepada resesi itu jauh lebih besar," ucap Rizal mengakhiri.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif