Menteri Keuangan Sri Mulyani. (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)

Sri Mulyani Minta Biaya Bayar Pajak hingga PNBP di Bank Lebih Murah

Ekonomi apbn penerimaan negara bukan pajak
Eko Nordiansyah • 23 Agustus 2019 12:15
Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati meminta kepada perbankan untuk menurunkan biaya bayar penerimaan negara. Apalagi kini sejumlah e-commerce bisa menerima pembayaran pajak hingga penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari masyarakat.
 
"Fintech-fintech ini fee-nya lebih kecil daripada bank. Nah saya akan pressure ke bank. 'Hey, technology is coming, you have to reduce your cost'," kata dia di Aula Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat, 23 Agustus 2019.
 
Selain bank, pelaku fintech dan e-commerce seperti Tokopedia, Finnet Indonesia, dan Bukalapak telah ditunjuk sebagai lembaga persepsi yang bisa menampung penerimaan negara. Total kini ada 86 bank/pos/lembaga persepsi.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dirinya menambahkan, pembayaran melalui lembaga persepsi akan lebih mudah bagi masyarakat. Apalagi masyarakat bisa menerima bukti pembayaran berupa e-mail ataupun SMS sehingga bisa menghemat biaya kertas.
 
Kalau kita bayar, ada billing code, langsung terima receipts,entah e-mail atau SMS. Karena kalau dalam kertas, lapor pajak, hilang receipts-nya.
 
"Makanya kalau ada e-mail dari Kemenkeu jangan dihapus, isinya tagihan atau tanda bukti Anda sudah bayar," jelasnya.
 
Pembayaran melalui layanan digital juga akan mengurangi beban kantor wilayah (kanwil) sebagai outlet penerimaan negara. Sistem digital juga dimanfaatkan untuk Modul Penerimaan Negara Generasi Ketiga (MPN G3).
 
MPN merupakan salah satu sistem utama di Kemenkeu. Pada 2018, dari Rp2.064 triliun penerimaan negara, Rp1.904 triliun disetor melalui MPN, atau sekitar 92 persen. Sisanya berasal dari potongan Surat Perintah Membayar dan setoran langsung ke rekening kas negara.
 
MPN juga memproses 95,1 juta transaksi yang meliputi 94,9 juta transaksi rupiah dan 174 ribu transaksi dalam dolar Amerika Serikat (AS). Hingga 15 Agustus 2019, MPN telah memproses setoran penerimaan negara sebanyak 58,3 juta transaksi pada sebanyak 83 bank/pos persepsi mitra MPN.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif