Pemerintah Belum Bicarakan Rencana APBN-P
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara. (FOTO: Medcom.id/Desi)
Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan belum membicarakan rancangan untuk mengajukan perubahan dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (R-APBN-P) 2018.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara mengatakan hingga saat ini pihaknya masih melakukan pemantauan terhadap beberapa asumsi yang memang telah bergerak dari yang telah ditentukan, terutama terkait kurs rupiah dan harga minyak mentah Indonesia (ICP).

"APBN-P belum dibicarakan. Kalau kurs melemah, memang ada peningkatan penerimaan dan peningkatan pengeluaran, tapi secara netto masih positif," kata Suahasil di Kemenkeu, Jakarta Pusat, Rabu, 9 Mei 2018.

Sementara untuk pergerakan harga minyak, kata Suahasil, juga mempengaruhi sisi penerimaan dan pengeluaran atau belanja. Namun, lagi-lagi ia bilang, secara netto kenaikan harga minyak juga masih positif untuk APBN.

"Dari sisi pelaksanaan akan kami jaga dan kami optimistis APBN bisa berjalan dengan baik," ujar dia.

Sebagai gambaran, pergerakan rupiah pagi tadi dibuka di level Rp14.085 per USD. Sementara pergerakan ICP pada akhir April mencapai USD67,43 per barel. Dalam APBN 2018, asumsi rupiah ditetapkan sebesar Rp13.400 per USD. Sementara untuk ICP USD48 per USD.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id