Pemerintah Beri Waktu 14 Hari untuk Pemesanan B20
Direktur Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto. Foto: Medcom.id/Suci Sedya Utami.
Jakarta: Pemerintah memberi kelonggaran bagi badan usaha untuk menyediakan solar dengan biodiesel 20 persen (B20). Badan usaha bahan bakar minyak (BU BBM) diberi waktu 14 hari untuk memesan B20 ke badan usaha bahan bakar nabati (BU BBN).

"Dari titik pabrik supply BBN ke depotnya BBM. Itu kita sepakati 14 hari tadi," kata Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Djoko Siswanto di kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis, 20 September 2018.

Dirinya menambahkan, waktu tersebut bisa dimanfaatkan untuk penyediaan kapal pengangkut B20. Pasalnya sejak 1 September lalu, pelaksanaan kewajiban menggunakan B20 terkendala transportasi karena menyediakan kapal tidak bisa dalam waktu singkat.

Baca juga: Pelaksanaan B20 Terkendala Distribusi

Sementara jika terjadi kondisi yang tidak memungkinkan pengiriman BBM B20, maka akan ada ketentuan khusus. Rencananya Djoko juga akan menerbitkan aturan sebagai standar operasional prosedur (SOP) pengiriman B20 dalam waktu dekat.

"Ini kan masalah spesifik, nanti kita bahas saja. Itu kan tidak semua kapal tiba-tiba kandas. Misalnya kandas kan ada foto-fotonya. Nanti ada SOP-nya, minimum keputusan Dirjen lah, secepatnya," jelas dia.

Baca juga: Menjamin Ketersediaan Energi Nasional Ramah Lingkungan

Diluncurkan sejak awal bulan lalu, pelaksanaan kewajiban B20 belum 100 persen dilaksanakan lantaran adanya sejumlah kendala di lapangan. Masalah distribusi B20 memang menjadi salah satu kendala pelaksanaan aturan tersebut. 

"Misalnya harus angkut ke depo tertentu di pulau tertentu kan harus pakai kapal. Nah pengadaan kapalnya sendiri enggak bisa satu atau dua hari, ada yang 14 hari," kata Djoko pekan lalu.



(HUS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id