Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani
Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani

Skema Burden Sharing Pemerintah-BI hanya Berlaku di 2020

Ekonomi Bank Indonesia Sri Mulyani Pemulihan Ekonomi Skema Burden Sharing
Eko Nordiansyah • 06 Juli 2020 19:07
Jakarta: Pemerintah bersama dengan Bank Indonesia telah menyepakati skema untuk berbagi beban (burden sharing) dalam melaksanakan penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional. Skema burden sharing ini berlaku untuk pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020.
 
Skema burden sharing dituangkan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Kedua antara Menteri Keuangan dan Gubernur BI dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan dan Deputi Gubernur BI.
 
"Ini hanya dilakukan untuk 2020 atau istilahnya one off, khusus untuk belanja yang sifatnya public benefit, public goods tersebut," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam video conference di Jakarta, Senin, 6 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk public goods, yang menyangkut hajat hidup orang banyak kebutuhan dana diperkirakan mencapai Rp397,56 triliun. Ini terdiri dari pembiayaan di bidang kesehatan, perlindungan sosial, serta sektoral kementerian/lembaga (K/L) dan pemerintah daerah.
 
Dalam pembiayaan public goods, beban akan ditanggung seluruhnya oleh BI melalui pembelian Surat Berharga Negara (SBN) dengan mekanisme private placement dengan tingkat kupon sebesar BI reverse repo rate, di mana BI akan mengembalikan bunga/imbalan yang diterima kepada pemerintah secara penuh.
 
Di samping itu, ada pembiayaan untuk non-public goods yang menyangkut upaya pemulihan ekonomi dan dunia usaha. Pembiayaan ini terdiri dari pembiayaan untuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), korporasi non-UMKM, dan non-public goods lainnya.
 
"Pembiayaan defisit lainnya, sisa dari Rp903,46 triliun dikurang Rp397 triliun semuanya di-issue melalui market dengan mekanisme biasa. Hanya untuk pos UMKM dan korporasi, BI akan menanggung suku bunganya hingga satu persen di bawah reverse repo," ungkap dia.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif