Ilustrasi - - Foto: Medcom/ Roni Kurniawan.
Ilustrasi - - Foto: Medcom/ Roni Kurniawan.

Waduh! Porsi Pendapatan Masyarakat untuk Konsumsi Turun

Ekonomi Bank Indonesia Konsumen Ekonomi Indonesia Pendapatan Masyarakat Survei BI Utang
Husen Miftahudin • 11 Mei 2022 13:54
Jakarta: Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) melaporkan, rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi mengalami sedikit penurunan pada April 2022. Sementara rata-rata proporsi pembayaran cicilan atau utang cenderung stabil.
 
"Rata-rata proporsi (average propensity to consume ratio) yang tercatat turun dari 74,4 persen menjadi 73,9 persen. Sementara rata-rata rasio pembayaran cicilan atau utang (debt to income ratio) tetap pada angka 9,7 persen," ungkap hasil survei yang dikutip dari keterangan resmi Bank Indonesia, Rabu, 11 Mei 2022.
 
Di sisi lain, proporsi pendapatan konsumen yang disimpan (saving to income ratio) pada April 2022 tercatat sebesar 16,4 persen. Angka ini lebih tinggi dari 15,9 persen pada bulan sebelumnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan kelompok pengeluaran, rata-rata porsi konsumsi terhadap pendapatan terpantau turun pada beberapa kategori pengeluaran.
 
"Sementara itu, porsi tabungan terhadap pendapatan meningkat pada sebagian kategori pengeluaran, tertinggi pada responden dengan tingkat pengeluaran di atas Rp5 juta per bulan," jelas BI.
 
Secara keseluruhan, Survei Konsumen BI periode April 2022 mengindikasikan bahwa keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi terpantau meningkat. Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) periode laporan yang mencapai sebesar 113,1 atau lebih tinggi dari 111,0 pada Maret 2022.
 
"Peningkatan IKK April 2022 didorong oleh meningkatnya persepsi konsumen terhadap ekonomi saat ini, terindikasi dari Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) April 2022 yang tercatat sebesar 98,9, lebih besar dari 93,9 pada bulan sebelumnya," terang BI.
 
Sementara itu, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) terhadap kondisi ekonomi ke depan tetap berada di level optimis (indeks di atas 100) meskipun tidak setinggi bulan sebelumnya. Ini terutama ditopang oleh ekspektasi penghasilan.
 
"Hal ini tercermin dari IEK April 2022 yang berada pada level 127,2, sedikit termoderasi dari bulan sebelumnya sebesar 128,1," urai BI.
 
Pada April 2022, peningkatan IKK terpantau pada sebagian besar kelompok pengeluaran responden. Tertinggi pada responden dengan pengeluaran lebih dari Rp5 juta per bulan, serta pada mayoritas kelompok usia responden dengan kenaikan terbesar pada responden berusia 51-60 tahun.
 
"Secara spasial, IKK April 2022 terpantau meningkat di sembilan wilayah cakupan survei. Terutama di Kota Bandar Lampung (23,0 poin), Samarinda (14,6 poin), dan Denpasar (14,1 poin)," tutup survei BI tersebut.
 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif