Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - - Foto: dok Kemenkeu
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - - Foto: dok Kemenkeu

Cetak Rekor, Sri Mulyani Minta Jangan Terlena Surplus Neraca Pembayaran

Eko Nordiansyah • 21 Mei 2022 13:50
Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan Indonesia mencatat rekor baru ekspor dengan surplus neraca pembayaran sebesar USD7,3 miliar. Namun, ia mengingatkan agar tidak terlena dengan kinerja ekspor yang terus tumbuh dalam dua tahun berturut-turut selama proses pemulihan ekonomi ini.
 
Ia mengungkapkan, saat ini Indonesia tengah mengalami pemulihan ekonomi nasional yang cukup baik dibandingkan dengan negara lain. Hanya saja, Sri Mulyani mengingatkan kondisi perekonomian global tidak dalam kondisi baik-baik saja sehingga perlu kewaspadaan dari semua pihak.
 
"Di balik kelihatan Indonesia baik-baik saja menikmati berbagai hal tadi pertumbuhan yang pulih, mobilitas masyarakat, neraca pembayaran yang bagus, kita bisa terus berharap ini kita jaga terus. Di luar sana global economic environment tidak baik-baik saja," kata dia dilansir dari laman resmi Kemenkeu, Sabtu, 21 Mei 2022.
 
Sri Mulyani menyebut, saat ini dunia dihadapkan pada kondisi yang berubah sangat cepat. Terlebih lagi pada kondisi geopolitik yang mewarnai perubahan lingkungan global yang dapat menciptakan fragmentasi global, sehingga ketahanan perekonomian menjadi hal yang sangat penting.
 
"Dalam menghadapi pergeseran global fragmentation, kemampuan kita untuk menjaga kinerja ekonomi terutama dari ekspor itu merupakan salah satu bentuk dari ketahanan ekonomi," ungkapnya.
 
Untuk itu, ia berharap Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) harus paham mengenai konteks global ini. LPEI diminta untuk memberikan dukungan rill dan coaching kepada seluruh eksportir. Selain itu, LPEI juga diharapkan dapat menjadi institusi yang bisa melihat kesempatan maupun risiko, serta memberikan solusi baik dari sisi keuangan, teknis, pembiayaan, hingga penjaminan.
 
"Saya berharap LPEI selalu bisa menerjemahkan suatu perubahan environment global menjadi suatu tools yang bisa dipakai oleh para eksportir kita, memahami baik peluang maupun tantangan, peluang maupun risiko. Sehingga eksportir kita selalu bisa mengantisipasi," ujar dia.
 
Dalam kesempatan tersebut, Sri Mulyani juga menyampaikan, pemerintah sangat mendukung ekspor nasional melalui berbagai instrumen antara lain pajak, bea cukai, kawasan berikat, kawasan ekonomi khusus, program UMi, KUR, dan lainnya. Kementerian Keuangan, Kementerian Luar Negeri, dan Special Mission Vehicle Kemenkeu saling bersinergi dan berkolaborasi menjaga kinerja ekspor.
 
"Hadirnya negara dalam arti positif menjadi suatu keharusan pada saat dunia menghadapi kompetisi yang sangat luar biasa," pungkas dia.
 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif