Ketua KPPU Kurnia Toha (Foto: Medcom.id/Eko Nordiansyah)
Ketua KPPU Kurnia Toha (Foto: Medcom.id/Eko Nordiansyah)

Perang Dagang Dikhawatirkan Ganggu Persaingan Usaha

Ekonomi pertumbuhan ekonomi kppu ekonomi indonesia Perang dagang
Eko Nordiansyah • 19 Desember 2018 12:30
Jakarta: Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KKPU) menilai perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok bisa berdampak pada persaingan usaha. Pasalnya kebijakan kedua negara dikhawatirkan memunculkan kebijakan proteksionisme di negara lain.
 
Ketua KPPU Kurnia Toha mengatakan proteksionisme yang dilakukan AS dan Tiongkok telah menyebabkan perlambatan terhadap perekonomian dunia. Bukan tidak mungkin risiko lain bisa juga muncul seperti kebijakan domestik yang anti persaingan pada tahun depan.
 
"Risiko-risiko yang muncul tidak sebatas itu saja. Bukan tidak mungkin proteknasionalisme yang muncul di kedua negara adidaya menginspirasi lahirnya kebijakan-kebijakan domestik yang anti persaingan," kata dia, dalam Seminar Outlook Persaingan Usaha, di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu, 19 Desember 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dirinya menambahkan iklim persaingan usaha yang tidak sehat bisa meningkatkan aksi akuisisi maupun kartel. Apalagi dengan sistem perekonomian yang terintegrasi dengan global, perkembangan di dunia akan membawa pengaruh di Indonesia.
 
Sementara di dalam negeri, pada 2019 akan diramaikan dengan pesta demokrasi dengan dilaksanakannya Pemilihan Presiden (Pilpres). Agenda Pilpres diyakini membawa dampak bagi perkembangan persaingan usaha di Indonesia.
 
Toha berharap kedua calon Presiden memiliki semangat untuk tetap menciptakan persaingan usaha yang semakin sehat. Menurutnya persaingan usaha menjadi titik awal bagi pengusaha bisa bersaing.
 
"Agar menjadikan persiangan usaha sebagai salah satu agenda besar, menjadikan persaingan usaha sebagai prioritas nasional. Karena kami yakin dengan persiangan sehat maka pengusaha kita akan unggul. Dengan pengusaha unggul, maka rakyat makmur," pungkas dia.
 

 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif